PT PII Jamin KPBU Bandara Labuan Bajo

Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Komodo di Labuan Bajo sudah mendapat pemenang lelang. Pemenangnya adalah konsorsium PT Cardig Aero Services Tbk, Changi Airport International PTE LTD, dan Changi Airports Mena PTE LTD. Untuk itu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII mendukung Kementerian Perhubungan dalam pelaksanaan proses penjaminannya.

“Ini merupakan proyek bandara pertama yang menggunakan skema KPBU dan pertama kalinya bekerja sama dengan investor asing. Diharapkan proyek ini menjadi percontohan untuk proyek bandara lainnya,” kata M. Wahid Sutopo, Direktur Utama PT PII di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

PT PII merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Penjaminannya diberikan untuk meningkatkan kelayakan dan kenyamanan investasi bagi investor dan perbankan yang membiayai proyek. “Proyek Bandara Komodo menjadi proyek transportasi kedua yang telah didukung PT PII dengan penyediaan penjaminan Pemerintah,” tambah Wahid.

Pelaksanaan penjaminan tersebut, ucap Wahid, melalui Usulan Penjaminan (UP) yang diberikan Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) kepada PT PII pada Oktober 2018. PT PII pun menerbitkan pernyataan Kesediaan Penjaminan atau In Principle Approval (IPA) pada November 2019.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, “Dukungan Kementerian Keuangan kepada proyek KPBU Bandara Komodo adalah melalui penyediaan penjaminan Pemerintah melalui PT PII sebagai SMV Kementerian Keuangan. Juga melalui mekanisme pemanfaatan aset Bandara Komodo dengan skema Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).”

Menkeu pun menyambut baik inisiatif Kementerian Perhubungan memasukkan investor asing pada proyek KPBU Bandara Komodo. “Ini menunjukkan bagaimana melalui skema KPBU di Indonesia sudah dapat diterima oleh investor asing untuk masuk membiayai beberapa proyek infrastruktur di Indonesia.”

Menurut Menkeu, partisipasi investor swasta ke depan, khususnya di sektor infrastruktur transportasi, akan terus didorong meringankan beban APBN dengan memberikan dampak yang baik bagi pelayanan transportasi publik. Saat ini, Kementerian Perhubungan didukung oleh PT PII secara aktif terus mengembangkan proyek-proyek transportasi melalui skema KPBU.

Sampai dengan November 2019, dukungan PT PII pada Kementerian Perhubungan adalah penyiapan proyek melalui penugasan Project Development Facility (PDF) Kementerian Keuangan untuk proyek Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan & Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi. Juga untuk penyiapan proyek melalui PDF dan penyediaan penjaminan untuk proyek Kereta Api Makassar-Parepare. Sudah pula memberikan Kesediaan Penjaminan (IPA pada proyek Bandara Komodo.

Wahid mengungkapkan, saat ini PT PII mendukung Kementerian Perhubungan yang sedang dalam proses pengembangan dan penyiapan penjaminan untuk beberapa proyek infrastruktur transportasi prioritas. Proyek itu, antara lain, Bandara Singkawang di Kalimantan Barat dan Pelabuhan Baubau di Sulawesi Tenggara. Sampai sekarang, seluruh proyek yang melibatkan PT PII memiliki total nilai seluruh investasi melebih Rp210triliun.

Foto: Reni