Potensi Rute Internasional, AP II Kembangkan Terus Bandara Sultan Thaha

Angkasa Pura II (AP II) melakukan sejumlah pengembangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi. Pengembangan yang dilakukan mulai dari sisi darat, sisi udara hingga fasilitas publik dengan nilai investasi sekitar Rp303miliar.

Pengembangan di sisi darat mencakup perluasan area terminal penumpang pesawat menjadi 22.000 meter persergi dari yang ada saat ini seluas 12.000 meter persegi. Sehingga kapasitasnya meningkat dari 1,6 juta penumpang per tahun menjadi 2,6 juta penumpang per tahun.

Di sisi udara, pengembangan dilakukan dengan memperpanjang landas pacu dari 2.220 x 45 m menjadi 2.600 x 45 m dan perluasan apron dari 38.000 meter persegi menjadi 46.500 meter persegi.

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pengembangan di bandara tersebut tidak berhenti sejak terminal baru beroperasi. Kata dia, hal ini karena potensi pasar penerbangan yang cukup besar di Jambi.

“Perpanjangan runway supaya kapasitas maximum take off weight [MTOW] dapat meningkat. Lalu perluasan apron agar parking stand pesawat mampu mengakomodir 13 unit pesawat dari saat ini 10 unit,” tutur Awaluddin, Ahad (29/12/2019).

Pengembangan juga dilakukan operator untuk fasilitas publik seperti parkir kendaraan bermotor menjadi 30.000 meter persegi. Upaya ini menambah kapasitas parkir 403 unit mobil dan 350 unit sepeda motor.

Selain itu AP II juga mengimplementasikan Airport Digital Journey Experience di Bandara Sultan Thaha melalui digital wayfinding, smart toilet review, digital banner, smart taxy, customer touchpoint feedback, officer digital equipment, dan videotron.

Awaluddin mengatakan, berbagai pengembangan mulai dari sisi udara, sisi darat, dan fasilitas publik itu juga bertujuan untuk mendorong agar Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

“Kami sangat mendukung agar Sultan Thaha dapat menjadi bandara internasional. Dari Jambi ada sejumlah rute penerbangan internasional yang berpotensi, misalnya Singapura, Malaysia, Arab Saudi dan China serta negara lainnya,” ungkap Awaluddin.

AP II dan Pemerintah Kota Jambi pada awal tahun ini juga telah membahas mengenai kemungkinan Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

Saat ini di Bandara Sultan Thaha enam maskapai yang beroperasi, yakni Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, Batik Air dan Susi Air. Keenam maskapai itu melayani penerbangan dari dan ke 10 destinasi domestik.