Fri. Feb 28th, 2020

PNG Air Pesan 3 Pesawat ATR 42-600S di Singapore Airshow

(kanan-kiri) CEO ATR, Stefano Bortoli dan CEO PNG Air, Paul Abbot. Sumber gambar: BillyPix.

                                   

Maskapai asal Papua New Guinea, PNG Air memesan tiga unit pesawat ATR 42-600S dalam sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada hari pertama pameran Singapore Airshow 2020, Selasa (11/2/2020). Ketiga pesawat rencananya akan menggantikan armada yang telah menua dan akan dipensiunkan.

ATR 42-600S merupakan pesawat bermesin baling-baling yang mampu lepas landas dan mendarat di landas pacu yang panjangnya hanya 800 meter, dengan 40 penumpang dalam kondisi penerbangan standar.

Saat ini, maskapai penerbangan yang berbasis di Bandara Internasional Jacksons, Port Moresby, Papua Nugini ini mengoperasikan tujuh armada ATR 72-600.

CEO PNG Air, Paul Abbot menceritakan, sejak masuknya ATR 72-600 ke dalam jajaran armada, PNG Air mendapatkan manfaat dari efisiensinya yang tak tertandingi. Menurutnya, pesawat tersebut membakar bahan bakar 40% lebih sedikit dan mengeluarkan CO2 40% lebih sedikit daripada pesawat regional serupa.

Baca Juga:

Pesawat Komersil Masa Depan Airbus Tampil di Singapore Airshow

70 Lebih Peserta Batal Hadir di Singapore Airshow 2020

“Saat mencari opsi untuk mengganti armada STOL (short take-off and landing) kami yang ada, biaya pemeliharaan dan kesamaan (ATR 42-600S) dengan keluarga ATR 72-600 sangat menarik. Kesamaan ini akan menghasilkan efisiensi yang lebih baik dalam hal suku cadang dan pelatihan pilot,” kata Paul di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Menanggapi pernyataan Paul, CEO ATR, Stefano Bortoli mengatakan bahwa keputusan PNG Air untuk mengganti armadanya dengan ATR 42-600S merupakan keputusan akuisisi yang cerdas.

“Tanpa pengganti STOL yang layak, penumpang PNG Air akan menghadapi tantangan signifikan terhadap cara hidup mereka. Sebagai maskapai penerbangan yang sukses, PNG Air telah menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya hubungan ini dengan penumpang dan komunitas yang mereka layani,” ujarnya.