Plt Dirut Garuda: Rute Internasional Kita Alami Rugi Lumayan Besar

Rute internasional maskapai Garuda Indonesia masih mengalami kerugian yang lumayan besar. Hal ini diungkapkan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Plt Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal saat paparan publik 2019.

“Ke depannya yang akan diterapkan adalah untuk memperbaiki rute internasional kita. Karena rute internasional kita masih mengalami rugi yang lumayan besar,” ungkap Fuad di Gedung Garuda City Center, Cengkareng pada Jum’at (27/12/2019) kemarin.

Fuad mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuka jaringan internasional seluas mungkin untuk bisa meningkatkan jumlah pergerakan penumpang pesawat.

“Jadi yang sekarang kita lakukan adalah untuk membuka network seluas-luasnya, baik dengan alliance kita (Skyteam) maupun non-alliance. Sehingga kita bisa menambah traffic dengan membawa penumpang dari market yang lain,” ujarnya.

Ke depannya maskapai pelat merah ini hanya akan melayani penerbangan rute-rute internasional yang dinilai lebih menguntungkan seperti ke kawasan Asia Timur.

“Garuda sekarang ini lebih dikenal sebagai point-to-point airline. Jadi kita cuma mikirin, misalnya Jakarta-Jepang, Jakarta-Korea dan Jakarta-Beijing. Tapi kita tidak berpikir untuk beyond-nya (seperti ke Eropa dan AS),” terangnya.

Fuad mengatakan, untuk layanan penerbangan lintas benua, Garuda akan memanfaatkan jaringannya di Skyteam untuk melakukan kerja sama codeshare.

Dia memberikan contoh, Garuda menjalin kerja sama codeshare dengan maskaspai Delta Air Lines untuk penerbangan yang menghubungkan Indonesia dengan AS melalui Jepang. Untuk penerbangan Jakarta-Jepang dilayani oleh Garuda, kemudian rute Jepang-AS mengoperasikan pesawat Delta.

“Nanti akan ada porsi (keuntungan) yang kita terima dari airline tersebut (Delta). Pada saat mereka (penumpang) kembali lagi dengan skema (penerbangan) yang sama, kita juga akan mendapat traffic yang banyak,” paparnya.

“Jadi ke depannya kita akan perbaiki untuk rute internasionalnya, kemudian yang harusnya menjadi backbone-nya Garuda ke depan adalah kargo dan logistik,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa nantinya Garuda Indonesia berencana akan menghapus layanan rute penerbangan ke Eropa. Memperkuat struktur bisnis perseroan, menjadi dalih rencana penutupan rute tersebut.

“Jadi kita akan meninjau (rute) Eropa kita, karena memang itu banyak player-nya. Saya kira itu tidak terlalu urgent terbang ke Eropa,” ujar Pikri di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Pikri menerangkan, Garuda Indonesia akan fokus terhadap penerbangan rute Timur Tengah, Asia, Pasifik Barat Daya, hingga ke negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan.

Pikri menekankan untuk mengkaji ulang rute penerbangan yang dianggap kurang berdampak secara bisnis.