Tue. Jul 7th, 2020

Pintu Bermasalah dan Delay 2 Jam lebih, Lion Air JT-385 Terpaksa Ganti Pesawat

Armada pesawat maskapai Lion Air. Sumber gambar: IndoAviation/Ery.

                                   

Lion Air meluruskan perihal penundaan penerbangan domestik bernomor JT-385 pada Jum’at, 14 Februari lalu yang melayani rute Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) di Deli Serdang, Sumatera Utara tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Cengkareng, Tangerang, Banten. Penerbangan terpaksa mengganti pesawat lantaran bermasalah pada pintu dan meyebabkan delay atau penundaan selama 2 jam 25 menit.

Komunikasi Strategis Perusahaan Grup Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, pesawat Lion Air jenis Boeing 737-800NG registrasi PK-LOV yang melayani penerbangan tersebut telah dioperasikan sesuai standar prosedur.

“Lion Air mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LOV, sebelum keberangkatan sudah menjalani pemeriksaan awal dan dinyatakan laik terbang,” tutur Danang, Sabtu (15/2/2020).

Dikatakan Danang, penerbangan JT-385 yang membawa tujuh kru dan 162 penumpang ini dijadwalkan berangkat pukul 19.55 WIB dan diperkirakan tiba di Cengkareng pukul 20.55 WIB.

Baca Juga:

Bawa 81 Penumpang, Lion Air Terbang ke Wuhan

Penjelasan Lion Air Soal 7 Penumpang dari Changsha Terindikasi Virus Corona

Danang menyebutkan, ketika pesawat sudah bergerak menuju landas pacu, ada indikator pada pintu belakang bagian kiri yang harus dilakukan pengecekan. “Untuk itu, dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pesawat kembali ke landas parkir (return to apron/ RTA),” imbuhnya.

Danang mengatakan, pihak manajemen Lion Air setempat kemudian menginformasikan kepada seluruh penumpang dan mengarahkan mereka kembali ke ruang tunggu keberangkatan.

Lion Air telah menerbangkan kembali JT-385 dengan menggunakan pesawat seri lain, yakni 737-900ER registrasi PK-LPW. Pesawat lepas landas pukul 22.20 WIB dan mendarat di Soekarno-Hatta pada 00.20 WIB.

“Saat ini, pesawat (737-800NG registrasi PK-LOV) menjalani pemeriksaan (grounded) dan proses investigasi mengenai hal tersebut,” tandasnya.