Fri. Apr 10th, 2020

Pilot Lion Air Meninggal Karena Covid-19, Ini Langkah Pemerintah

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait melantik 75 awak pesawat Grup Lion Air di komplek perkantoran Lion City, Balaraja, Tangerang, Banten. Sumber gambar: Lion Air.

                                   

Terkait dengan meninggalnya seorang pilot maskapai Lion Air pada Ahad (22/3/2020) lalu lantaran terjangkit virus Corona (Covid-19), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan hari ini (Rabu, 25/3/2020) telah melakukan pembahasan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah.

Disebutkan Juru Bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi dalam rekaman video konferensi persnya hari ini, pihak Kemenhub telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah orang yang sebelumnya melakukan interaksi dengan pilot tersebut.

“Tadi pagi Menko Maritim sudah menghubungi Dirjen Perhubungan Udara dan membahas mengenai kasus meninggalnya Capt. Sutopo Putro ini. Jadi dilaporkan Dirjen Perhubungan Udara mereka sudah melakukan identifikasi terhadap para orang dalam pengawasan (ODP) yang melakukan interaksi dengan Capt. Sutopo Putro,” terang Jodi.

Jodi mengatakan, Dirjen Hubud sudah meminta seluruh operator penerbangan; baik itu maskapai penerbangan, pengelola bandara, maupun AirNav Indonesia untuk melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

“Dan memastikan operational conduct sesuai dengan protokol WHO, antara lain menjaga social distancing dan juga menghindari kerumunan. Dan mereka juga sudah melakukan disinfektan terhadap pesawat sesuai dengan guidelines ICAO,” imbuhnya.

Baca Juga:

Dirjen Hubud: Pilot Airline Meninggal Karena Covid-19

Begini Cara Grup Lion Air Atur Jarak Fisik Antarpenumpang di Pesawat

Disebutkan juga bahwa Balai Kesehatan Penerbangan juga sudah melaksanakan pengetatan pemeriksaan kesehatan kepada para personel penerbangan.

Selain itu, untuk prosedur pendapatkan lisensi pribadi rencananya akan dilakukan atau diprioritaskan melalui sistem daring. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kontak fisik secara langsung.

“Langkah selanjutnya adalah, dalam waktu dekat akan dilakukan rapid test crew untuk para personel, baik penerbangan internasional dan domestik, dan juga untuk pesawat kargo dan penumpang,” tandasnya.