Pesawat Tanpa Awak Ukraina Ditembak Jatuh di Atas Markas Pembom Rusia

IndoAviation – Perang Rusia Ukraina terus berlanjut. Serangan semakin sengit. Ukraina menerbangkan pesawat tanpa awak hingga ke markas pembom Rusia.

Senin ini, Rusia mengatakan telah menambak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Ukraina yang terbang di atas markas pesawat pembom Rusia di Pangkalan Udara Engels, Saratov, Rusia. Tiga anggota pasukan di pangkalan itu disebutkan tewas karena tertimpa reruntuhan pesawat tanpa awak itu.

Pesawat tanpa awak Ukraina diduga telah terbang hingga wilayah sekitar pangkalan udara Engels yang menjadi markas pembom strategis jarak jauh Rusia.

“Sebuah pesawat udara tak berawak Ukraina ditembak jatuh di ketinggian rendah saat mendekati lapangan terbang militer Engels di wilayah Saratov,” kata pernyataan Kementerian Pertahanan, yang diterbitkan pada hari Senin. “Tiga prajurit Rusia dari staf teknis yang berada di lapangan terbang terluka parah akibat jatuhnya reruntuhan pesawat tak berawak.”

“Tidak ada pesawat yang rusak dalam insiden itu,” tambah pernyataan yang disiarkan kantor berita Rusia.

Sebaliknya, sejumlah akun media sosial Rusia dan Ukraina, yang tidak dapat diverifikasi keberanannya, melaporkan bahwa sejumlah pesawat telah dihancurkan.

Pangkalan udara Engels, merupakan salah satu dari dua pangkalan pengebom strategis yang menjadi markas bagi pesawat pembom berkemampuan nuklir. Letaknya di dekat kota Saratov. Sekitar 730 km tenggara Moskow. Kota itu berjarak ratusan kilometer dari garis depan pertempuran dengan Ukraina.

Kantor berita Reuters mengatakan, ridak ada komentar langsung dari Ukraina mengenai insiden itu.

Ukraina tidak pernah secara terang-terangan, mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tanpa awak itu. Mereka hanya menyebut itu sebagai karma bagi Rusia karena telah melakukan serangan ke Ukraina 24 Februari 2022 lalu.

Serangan ke pangkalan udara Engels bukan kali pertama. Rusia mengaku, awal bulan ini, pangkalan itu juga diserang  oleh drone Ukraina.

Rusia memiliki 60 – 70 pesawat pembom strategis dari dua jenis – Tu-95MS Bear dan Tu-160 Blackjack. Keduanya mampu membawa bom dan rudal  nuklir, serta amunisi konvensional.

Moskow telah menggunakan angkatan udaranya untuk menembakkan rudal jelajah dalam apa yang disebutnya “operasi militer khusus” untuk menurunkan potensi militer Ukraina.  Kyev mengatakan serangan semacam itu merupakan kejahatan perang dan menyamakan Rusia dengan negara teroris.