Sat. Jul 11th, 2020

Pesawat Sepi Penumpang, Bos Garuda: Bisa Main Bola Sekarang

Airbus A330-900 neo Garuda Indonesia.

Kursi kelas ekonomi pesawat Airbus A330-900neo Garuda Indonesia. Sumber gambar: IndoAviation/Ery.

                                   

Meski pemerintah telah menaikan batasan okupansi penumpang pesawat dari 50 persen menjadi 70 persen, pada kenyataannya hal ini tidak serta-merta mendorong masyarakat untuk kembali lagi menikmati jasa angkutan udara.

Garuda Indonesia yang mematok jumlah maksimal penumpang sebesar 63 persen pun ternyata jumlah itu belum bisa terealisasi. Bahkan bos maskapai pelat merah ini terang-terangan mengakui bahwa tingkat keterisian penumpang paling banyak hanya 50 persen.

“Di kita 63 persen (okupansi), karena kita ada business class. 63 persen (economy class) belum (terisi semua), kosong, bisa main bola sekarang. Business class bisa tidur-tiduran,” cetus Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra di Gedung DPR RI, seperti disitir Detik.com, Senin (22/6/2020).

Irfan menyebut bahwa destinasi penerbangan yang masih sepi adalah Denpasar. Sebab, tujuan tersebut mewajibkan melampirkan hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi calon penumpang yang hendak ke sana. Sehingga, masyarakat masih menunda untuk pergi ke sana.

“Yang paling rendah tuh Denpasar ya. Tapi memang kan Denpasar itu masih (mewajibkan hasil uji) PCR, jadi orang yang mau ke Denpasar, mau liburan kek, bisnis, itu jadi ketunda karena PCR itu,” beber Irfan.

Sedangkan tujuan penerbangan yang penumpangnya dinilai lebih ramai adalah ke Balikpapan, Ujung Pandang, hingga Medan.

“Biasanya antar pulau yang lebih ramai karena kalau trans jawa itu kan punya alternatif. Mungkin lebih nggak ribet yaitu naik mobil. Teman-teman ke Semarang yang biasanya perlu naik pesawat sekarang naik mobil saja,” tandasnya.