Fri. Feb 28th, 2020

Airbus Tampilkan Pesawat Komersil Masa Depan di Singapore Airshow

Model skala pesawat MAVERIC (Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls). Sumber gambar: Airbus.

                                   

Pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus menampilkan model skala pesawat MAVERIC (Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls) di Singapore Airshow 2020.

Digadang sebagai pesawat komersil masa depan, MAVERIC memiliki bentuk sayap yang menyatu dengan badan pesawat (blended wing body/ BWB).

Dengan panjang 2 meter, lebar 3,2 meter, dan luas permukaan sekitar 2,25 m², MAVERIC memiliki desain pesawat yang disruptif, yang memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dibandingkan dengan pesawat satu lorong saat ini.

Konfigurasi BWB juga mengembangkan kemungkinan baru untuk tipe sistem propulsi dan integrasi, serta kabin serbaguna untuk pengalaman baru bagi penumpang.

Baca Juga:

Ini Daftar Etalase Airbus di Singapore Airshow 2020

Intip Spesifikasi Pesawat Kargo Terbesar Buatan Airbus

Diluncurkan pada 2017, MAVERIC pertama kali terbang ke langit pada Juni 2019. Sejak itu kampanye uji terbang telah berlangsung dan akan berlanjut hingga akhir kuartal II 2020.

“Airbus memanfaatkan teknologi baru untuk merintis masa depan penerbangan. Dengan menguji konfigurasi pesawat yang disruptif, Airbus dapat mengevaluasi potensi mereka sebagai produk masa depan yang layak,” kata EVP Engineering Airbus, Jean-Brice Dumont di Changi, Singapura, Selasa (11/2/2020).

“Meskipun tidak ada garis waktu khusus untuk masuk ke layanan, demonstran teknologi ini (MAVERIC) dapat berperan dalam membawa perubahan dalam arsitektur pesawat komersial untuk masa depan yang berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk industri penerbangan.”

Bukan hanya MAVERIC, melalui sebuah program penelitian bernama AirbusUpNext, Airbus saat ini sedang mengerjakan sejumlah proyek demonstran secara paralel; E-FAN X (penggerak hybrid-electric), fello’fly (penerbangan “formasi” berbentuk v) dan ATTOL (Autonomous Take-Off & Landing).