Persiapan New Normal, Garuda Indonesia Usul Naikan Tarif Tiket Pesawat

Untuk menghadapi masa new normal atau tatanan baru, Garuda Indonesia tengah mempertimbangkan usulan kenaikan harga tiket pesawat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pembahasannya meliputi tarif batas bawah (TBA) dan tarif batas atas (TBA).

“Kami diskusi dengan banyak pihak soal kenaikan TBA dan TBB. Ini terus dilakukan sambil mempertimbangkan hal-hal yang lain,” tutur Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, seperti dikutip Tempo, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, kenaikan tarif penerbangan dirasa penting untuk menyelamatkan bisnis perusahaan. Karena pada masa tersebut, pemerintah masih akan memberlakukan pembatasan kapasitas jumlah penumpang.

Seperti diketahui, selama pandemi Covid-19, jumlah penumpang tidak boleh melebihi 50 persen dari total kapasitas kursi yang tersedia dalam setiap armada transportasi.

Sementara itu, Vice Corporate Secretary Angkasa Pura I (AP 1), Handy Heryudhitiawan menyebutkan bahwa tren penumpang pasca-Lebaran belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Bahkan, sejumlah bandara yang dikelola perseroan ini pun nihil penumpang.

“Apalagi setelah Lion Air memutuskan tidak beroperasi sementara,” imbuhnya.

Baca Juga:

Kembali Layani Penumpang, Bandara Kertajati Siapkan Protokol New Normal

Maskapai Penerbangan Asing Masuk Dapat Lampu Hijau Masuk Cina

Berdasarkan data AP 1 per 28 Mei 2020, tercatat bahwa penerbangan menuju Jakarta hanya sebanyak enam perjalanan. Lima penerbangan dilakukan Garuda Indonesia dengan rute Yogyakarta-Jakarta, Banjarmasin-Jakarta, Denpasar-Jakarta, Semarang-Jakarta dan Balikpapan-Jakarta.

Sedangkan satu penerbangan lainnya dioperasikan Airfast Indonesia dengan menggunakan pesawat McDonnell Douglas pada rute Manado-Jakarta.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mengatakan bahwa pihaknya belum menerima usulan kenaikan tarif dari stakeholder. “Usulan belum ada sampai saat ini,” ujarnya.

Novie juga belum dapat memastikan kapan kajian kenaikan tarif tersebut akan dirundingkan. Adapun aturan TBB dan TBA pesawat kini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019.

Sebelumnya, rencana untuk menaikkan TBB dan TBA pernah dibahas pada April lalu. Kala itu, Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan aturan pembaruan menyusul ditetapkannya sejumlah daerah sebagai zona PSBB.

Novie kala itu memungkinkan TBA untuk angkutan penumpang niaga berjadwal bisa naik menjadi dua kali lipat dari harga yang berlaku saat ini. “Kami menghitung seolah-olah satu penumpang menjadi (membayar) dua (tiket pesawat). Jadi (kenaikan tarif) hampir dua kali lipat,” kata Novie pada 12 April 2020.