Perpanjangan Landas Pacu Bandara Komodo Rampung Akhir Tahun 2021

Read Time:1 Minute

Akhir tahun ini, perpanjangan landas pacu Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 2.650 x 45 meter ditargetkan rampung dibangun. Landas pacu atau runway yang ada sekarang dan dioperasikan sepanjang 2.250 x 45 meter.

“Dari ultimate sesuai dengan masterplan kita, panjang runway kita akan menjadi 2.750 meter. Kita punya dua taxiway, alfa dan bravo. Kemudian kita punya runway existing dengan kekuatan PCN 56. Kita juga usulkan untuk menaikkan PCN menjadi 65. Apron kita mempunyai luasan 310 x 100 meter persegi,” kata Hariyanto, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo dalam diskusi dengan wartawan di Bandara Komodo, Kamis (25/11/2021).

Selain perpanjangan landas pacu, Bandara Komodo juga memperluas terminal penumpang sekitar 3.000 meter persegi. Terminal penumpang yang ada seluas 6.000 meter persegi dengan atap menyerupai badan dan ekor komodo. Nanti perluasan terminal memiliki desain atap menyerupai kepala komodo.

Menurut Hariyanto, paket pengembangan Bandara Komodo merupakan satu kesatuan antara pekerjaan sisi udara dan sisi darat. Sisi udaranya adalah perpanjangan landas pacu dan sisi daratnya adalah peluasan terminal penumpang. Total anggarannya sekitar Rp117miliar, yang dibagi dari anggaran tahun 2021 sekitar Rp65miliar dan tahun 2022 sekitar Rp52miliar.

“Dijadwalkan dan sesuai dengan target, Maret 2022 pembangunannya bisa jadi karena pekerjaan ini sudah dipresentasikan langsung Pak Menteri (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi) pada Pak Jokowi  (Presiden Joko Widodo) pada waktu kunjungan beliau ke Labuan Bajo,” tutur Hariyanto.

Meninjau ke lapangan pembangunan sisi darat, perluasan terminal penumpang baru tahap penggalian. Pihak PT PP (Persero) sebagai kontraktor pembangunan dan konsultannya menyampaikan bahwa baru satu koma sekian persen kemajuan pembangunanya. “Ini baru pekan kelima pembangunan,” ujar mereka.

Namun, kata mereka, pembangunan landas pacu, termasuk pagar pembatasnya,  sudah hampir rampung karena akhir tahun 2021 ini harus selesai. Hal ini juga yang diharapkan Hariyanto, “In syaa Allah akhir tahun ini progress-nya akan bisa terlaksana.”

Foto: Indoaviation