Fri. May 29th, 2020

Perdana, Marinir AS Terbangkan Drone MQ-9 Reaper di Timur Tengah

Drone MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara (AU) AS. Sumber gambar: AU AS /Lt. Col. Leslie Pratt.

                                   

Marinir Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menandai tonggak sejarah setelah anggota Skuadron Kendaraan Udara Tak Berawak Marinir 1 (VMU-1) berhasil melakukan penerbangan operasional perdana drone MQ-9 Reaper mereka.

General Atomics Aeronautical Systems Inc. (GA-ASI), operator dan pembuat drone tersebut, mencatat dalam rilisnya pada 16 April bahwa penerbangan dilakukan pada 20 Maret lalu di di Timur Tengah. Namun lokasi area penerbangan dirahasiakan.

Disebutkan Sputnik News (23/4/3030), meskipun GA-ASI tidak menyebutkan lokasi pasti operasional Reaper dalam rilis, kemungkinan penerbangan itu terjadi di Afghanistan, karena perusahaan menyewakan drone Reaper ke VMU-1 di negara itu.

Marinir mengambil bagian dalam misi dukungan. Mereka mengoperasikan kendaraan udara tak berawak (UAV) dari AS, khususnya dari Yuma, Arizona. Demikian dikatakan juru bicara Komando Pusat Pasukan Korps Marinir, Mayor Joe Reney kepada Military.com.

“MQ-9 adalah platform yang sangat andal dan serbaguna yang dapat diluncurkan dan dipulihkan di mana pun kami memiliki landasan pacu dan elemen peluncuran serta pemulihan kecil,” kata Reney.

Baca Juga:

AL AS Kerahkan MQ-4C Triton untuk Pertama Kalinya

Sudah Punya 2, Tahun Ini 3 Unit Terakhir Global Hawk Pesanan NATO Bakal Datang

Sebelum penerbangan, GA-ASI mengoperasikan semua misi intelijen, pengawasan dan pengintaian untuk layanan ini, yang berjumlah lebih dari 7.000 jam penerbangan sejak September 2018.

Reney mengatakan, Marinir diinstruksikan pada prosedur dukungan teknis, taktis dan operasional untuk mengoperasikan drone dengan benar.

“Prestasi ini merupakan tonggak sejarah yang unik dan contoh warisan inovasi Korps Marinir. Sebagai mitra dengan Korps Marinir, kami berharap dapat memperluas peran (drone) MALE (Medium-altitude, Long-endurance) dalam mendukung misi pesisir maritim,” ujar Presiden GA-ASI, David R. Alexander dalam rilis tersebut.

Saat ini, tidak jelas berapa banyak Marinir yang terlibat dalam program pelatihan yang memenuhi syarat untuk mengoperasikan drone Reaper.