Perang Rusia Ukraina Semakin Sengit, Ukraina Mulai Kehabisan Persenjataan

IndoAviation – Di tengah perang Rusia Ukraina yang semakin sengit, pejabat tinggi Ukraina, Igor Zhovkva, mengatakan bahwa stok persenjataan negaranya untuk menghadapi Rusia sudah hampir habis. 

Igor Zhovkva, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, itu berujar pertempuran melawan pasukan Rusia semakin sengit. Katanya kepada Bloomberg, pasukan militernya hampir kehabisan amunisi.

Stok amunisi dan persenjataan Ukraina tidak tersedia tepat waktu. Situasi ini membuat militer Ukraina lebih sulit merespons serangan pasukan Rusia.

Dalam wawancara itu, Igor Zhovkva juga meminta Sekutu Barat-nya untuk menyediakan sistem artileri jarak jauh, tank, dan pesawat jet tempur.

“Kami kehabisan amunisi dengan sangat cepat karena pertempuran berlangsung intensif,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa pasukan Rusia memiliki lebih banyak persenjataan.

Igor Zhovkva juga mengatakan, bahwa negaranya membutuhkan rudal jarak jauh untuk menduduki kembali wilayah Ukraina, bukan untuk menyerang target di dalam Rusia.  Jenis persenjataan ini akan sangat penting untuk melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Rusia.

Mengomentari bantuan militer yang telah diberikan oleh Sekutu Barat Ukraina, Zhovkva mengatakan bahwa bantuan tersebut terlambat, terlalu sedikit, dan terlalu lambat.

Zhovkva berharap pada pertemuan di Ramstein tanggal 14 Februari 2023 nanti, Sekutu Barat Ukraina akan menjanjikan lebih banyak persenjataan. Katanya, sudah saatnya mereka berhenti peduli dengan reaksi Moskow terhadap pengiriman bantuan persenjataan semacam itu.

 

Foto: Wikimedia / VOA / Yan Boechat