Sat. Jul 11th, 2020

Penumpang Positif Covid-19, Garuda: Maskapai Tak Periksa Berkas Protokol Kesehatan

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Sumber gambar: AP 2.

                                   

Garuda Indonesia cabang Sorong mengaku tidak mengetahui bahwa ada salah satu penumpang pesawat penerbangan GA 682 yang tiba di Bandara Domine Eduard Osok Sorong dari Jakarta yang tercatat positif covid-19.

Manager Garuda Indonesia cabang Sorong, Ranto Situmeang menyebutkan, pihaknya belum mendapat laporan dari pusat bahwa ada penumpang yang dalam dokumen kesehatan dinyatakan positif covid-19 ikut dalam penerbangan tersebut pada Sabtu (27/6/2020) lalu.

“Setahu saya, di bandara, maskapai tidak melakukan pemeriksaan berkas-berkas protokol kesehatan. Itu kewenangan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara,” terang Ranto melalui pesan WhatsApp, seperti disitir Antara, Senin (29/6/2020).

Ranto menjelaskan, maskapai hanya melakukan pemeriksaan tiket pesawat. Sedangkan yang melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan penumpang sesuai protokol covid-19 adalah KKP.

Kata dia, maskapai hanya melakukan pemeriksaan KTP, apakah sesuai tiket penumpang saat boarding. Sementara surat rapid test dan surat pemeriksaan laboratorium tentang covid-19 merupakan kewenangan KKP.

Dalam keterangan terpisah, Koordinator KKP Bandara Domine Eduard Osok, dr Farida Tariq mengatakan, ada penumpang berinisial WY, siswa program Adem asal Sorong Selatan diketahui positif covid-19 saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan.

Hal itu diketahui ketika yang bersangkutan turun dari pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 682 pada Sabtu (27/6/202) lalu pukul 06.20 WIT.

Setelah diketahui hasil tes usap positif, penumpang tersebut langsung dibawa ke ruang isolasi Bandara Domine Eduard Osok untuk ditangani lebih lanjut.

Penumpang itu kemudian dijemput oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong untuk dikarantina.

Dia menjelaskan, penumpang yang naik dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tetap dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.

Kata dia, mungkin karena jumlah penumpang yang banyak dan petugas KKP di sana terbatas, sehingga petugas kewalahan melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan. Akhirnya, penumpang positif covid-19 tersebut bisa lolos okut penerbangan.