Penumpang Pesawat Bawa Senjata Api Dalam Penerbangan Boleh, Asal …

Read Time:1 Minute

Pada 23 Februari lalu penerbangan nasional dihebohkan dengan penanganan penumpang maskapai China Airlines di Bandara Internasional Juanda oleh Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah III, Surabaya. Penumpang penerbangan CI-715 kedapatan membawa 400 butir amunisi senjata api berbagai jenis dalam bagasinya.

Dalam penerbangan komersial, apakah boleh membawa barang berbahaya seperti senjata api beserta amunisinya?

Bagi calon pengguna angkutan udara agar memperhatikan aturan-aturan sebelum melakukan penerbangan. Khususnya terkait penyimpanan senjata api beserta amunisinya.

Di Indonesia, ada sejumlah aturan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatur prosedur penanganan senjata api dalam penerbangan.

Aturan tersebut adalah PM Nomor 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional dan SKEP/100/VI/2003 Tentang Petunjuk Teknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil yang Membawa Senjata Api Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan.

Dalam peraturan tersebut dinyatakan pembatasan untuk jenis dan kaliber senjata yang boleh dibawa dalam penerbangan sipil. Sedangkan peluru merupakan bagian tak terpisahkan dari operasional sebuah senjata yang dikategorikan sebagai barang berbahaya (dangerous goods) kelas I atau bahan peledak.

Penumpang yang membawa senjata api beserta amunisinya wajib melaporkan kepada petugas pengamanan bandar udara (aviation security/avsec) dan selanjutnya disampaikan kepada petugas check-in untuk proses lebih lanjut.

Penumpang kemudian harus menyerahkan senjata api beserta amunisinya kepada petugas check-in dengan didampingi petugas avsec. Jika barang tersebut sudah diterima petugas, kemudian petugas akan memasukkan senjata api dalam kategori security item, sedangkan pelurunya sebagai kategori dangerous goods.

Perlu dicatat, penyerahan senjata api berserta peluru kepada petugas check-in harus dilakukan sendiri oleh pemilik atau pemegang senjata. Sang pemilik juga harus memperlihatkan surat izin penguasaan atau kepemilikan senjata api beserta peluru dari instansi yang berwenang. Bagi pejabat atau petugas negara, perlu memperlihatkan surat dinas.

Senjata api beserta peluru yang diserahkan harus dalam keadaan terpisah sehingga senjata api tersebut dalam keadaan tidak berisi peluru atau kosong.

Di bandara, petugas Bea Cukai akan dengan cermat memperhatikan setiap bagasi atau kargo yang melewati pemeriksaan mesin x-ray. Jika mendapati barang mencurigakan, akan dilakukan pemeriksaan secara manual oleh petugas Bea Cukai dan OBU dengan cara membongkar bagasi atau kargo tersebut.

Petugas dari Bea Cukai dan OBU III kemudian akan mencari pemilik barang tersebut dan mengamankannya. Setelah itu, penumpang beserta barang miliknya akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih dalam dan proses hukum.