Penumpang Menangis Masuk Bandara Syamsudin Noor yang Megah

Penumpang penerbangan pertama yang menggunakan terminal baru Bandara Syamsudin Noor (BDJ), Banjarmasin, terlihat berseri-seri dan ada yang terharu. Beberapa penumpang mengabadikannya dalam video dan menikmati perjalanan menuju ruang tunggu keberangkatan.

“Tadi ada penumpang first flight di sini sampai menangis. Tak menyangka Banjarmasin memiliki bandara yang megah, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya,” ucap Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I (Persero), usai melepas penumpang dengan penerbangan pertama dari Bandara Syamsudin Noor dan menyambut yang tiba pertama pada Selasa (10/12/2109) pagi.

Ada beberapa pesawat yang bermalam (remain over night, RON) di Bandara Syamsudin Noor, antara lain, milik Garuda Indonesia, Lion Air, dan Wings Air. Secara hampir bersamaan berturut-turut pesawat-pesawat tersebut lepas landas.

Lion Air terbang ke Bandara Juanda, Surabaya, pukul 06.00 dan ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pukul 06.05. Kemudian Wings Air ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, pukul 06.15 dan Garuda ke Bandara Soekarno Hatta, pukul 06.20. Lantas pesawat yang mendarat perdana adalah Garuda pada pukul 07.27 WITA.

Pada hari ini, terminal baru Bandara Syamsudin Noor memang mulai dioperasikan. “Ini acara soft operation. Sebenarnya semuanya sudah siap; selesai 100% secara operasional. Kita tinggal menunggu konfirmasi untuk diresmikan, yang harapannya oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Faik.

Gubernur Kalimantan Selatan, kata Faik, sudah melayangkan surat ingin diresmikan pada 20 Desember 2019, sesuai dengan Hari Kesetiakawanan Sosial. Namun ada informasi, kemungkinan diresmikan pada 9 Februari 2020, berbarengan dengan Hari Pers Nasional.

Faik menjelaskan, dibukanya terminal baru saat ini untuk menfasilitasi penumpang pada musim sibuk liburan Natal dan Tahun Baru 2020. “Pada peaks season nanti, penumpang bisa menikmati fasilitas yang baru karena terminal lama sangat tidak nyaman. Ini bisa berdampak positif dan manfaat yang baik bagi penumpang,” tuturnya.

Diceritakannya, ketika menjadi pucuk pimpinan AP I pada Desember 2017, Faik mengaku kaget melihat kondisi Bandara Syamsudin Noor. “Ini termasuk bandara yang paling jelek, dibandingkan 13 bandara yang dikelola AP I saat itu. Saya agak kaget dengan kondisinya; bangunannya sangat tua dan memprihatinkan,” ungkapnya.

Maka AP I pun waktu itu merencanakan membangun terminal baru dan menargetkan dalam satu tahun selesai. Namun ternyata tak semulus yang direncanakan. “Proses pembangunan lama karena persoalan pembebasan tanah dan aspek teknis lainnya. Persoalan-persoalan itu sekarang sudah selesai,” kata Faik. Pembangunannya pun dikebut dan 17 bulan rampung dengan investasi sekitar Rp2,2triliun.

Bandara berdiri megah dengan terminal seluas 77.500 meter persegi yang representatif untuk melayani penumpang. Kapasitas terminal 7,7 juta penumpang per tahun; terminal lama 1,7 juta penumpang. Tahun 2018, penumpangnya sudah mencapai lebih dari 3,9 juta orang.

“Dengan wajah baru dan sekarang berstatus internasional, bandara ini bisa dimanfaatkan untuk layanan terbaik. Layanan penerbangan ke luar negeri bisa dilakukan, terutama untuk umroh yang potensinya besar,” katanya.

Faik menambahkan, “Pemda setempat pun semangat dengan mulai membangun wilayahnya. Sekda Kalsel mengatakan akan membangun 32 kegiatan wisata yang dapat mengundang turis luar negeri dan dalam negeri. Saya kira ini sejalan dengan selesainya bandara dan spirit baru bagi masyarakat, yang bisa menjadi pendorong ekonomi daerah. Begitu juga dengan dukungan akses jalan yang baik ke bandara.”

Bagaimana dengan terminal lama? “Masih dalam kajian yang dilakukan bersama dengan anak usaha AP I dan tentu akan kita manfaatkan,” ujar Faik.

Foto: Reni