Fri. Jun 5th, 2020

Penumpang Kapal Penyeberangan Wajib Beli Tiket via Online Mulai 1 Mei 2020

                                   

Implementasi penjualan tiket kapal penyeberangan atau ferry secara online atau e-ticketing makin banyak. Melalui laman Ferizy di empat pelabuhan utama, yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk, terlihat peningkatannya. Tingkat reservasi online di masing-masing pelabuhan sudah mencapai rata-rata lebih dari 60 persen.

“Apa yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang telah membangun aplikasi Ferizy untuk sistem pemesanan dan pembayaran tiket di penyeberangan sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan dengan menggunakan teknologi,” kata Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dalam konferensi pers secara online, Jumat (17/4/2020).

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan, “Data per hari Kamis (16/4/2020) tercatat pembelian tiket online di Pelabuhan Merak sudah mencapai 61 persen, Bakauheni 63 persen, Ketapang 80 persen, dan Gilimanuk 81 persen. Ada peningkatan tren bahwa masyarakat merespons dengan baik perubahan mindset dari biasanya membeli tiket secara go show, sekarang beralih dengan reservasi online.’

Menurut Ira, sejak peluncuran Ferizy pada 2 Maret 2020, dalam penerapannya masih terdapat hal-hal yang belum berjalan mulus. “Kami mengharapkan dukungan dan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, operator, dan tentunya pengertian dari pengguna jasa untuk mengatur dengan lebih baik perjalanan dengan kapal ferry,” tuturnya.

ASDP, kata Ira, berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya penyempurnaan dalam pengembangan Ferizy. “Kami targetkan pada 1 Mei 2020 seluruh transaksi pembelian tiket di empat pelabuhan utama dapat dilakukan secara online 100 persen.”

Penerapan e-ticketing melalui laman Ferizy memiliki beberapa kelebihan. Pertama, penumpang dapat mengatur waktu keberangkatan sesuai jadwal kapal sehingga perjalanan makin efisien dan nyaman karena antrian lebih tertib. Kedua, kapasitas pelabuhan menjadi lebih terkendali karena terdistribusi dengan baik dan terdapat kuota tiap jamnya, sehingga waktu tunggu di pelabuhan menjadi lebih terukur. Ketiga, pencatatan manifest untuk data asuransi yang menjadi hak pengguna jasa semakin akurat.

Dalam layanan e-ticketing itu, ASDP juga telah menambah kanal pembayaran. Tidak hanya melalui transfer bank, tapi juga dengan Finpay code, seperti membayar telepon serta melalui gerai retail modern, seperti Alfamart Group, Yomart Group, PT Pos dan Pegadaian. ASDP pun akan bekerja sama dengan beberapa mitra lainnya untuk memperluas saluran penjualan dan pembayaran.

Pembelian tiket secara online melalui laman www.ferizy.com dapat dilakukan mulai 60 hari sebelum keberangkatan dan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan. Untuk perubahan atau pembatalan tiket dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Melalui penerapan tiket online Ferizy, ASDP turut mendukung physical distancing untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Pengguna jasa dapat mengurangi interaksi dengan tidak perlu antre dan bertransaski dengan petugas loket. Pengguna jasa hanya perlu mencetak boarding pass di vending machine, yang sudah disediakan setibanya di pelabuhan.