Wed. Sep 18th, 2019

Pengawasan dan Pengendalian Kinerja Ditjen Hubdat Dipantau Sistem Integrasi E-Hubdat

Seluruh kinerja Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan bakal ada “dalam genggaman” Dirjen Hubdat.

“Sekarang, tidak usah ada laporan dan tidak diinfokan pun semua bisa dilihat dan ada dalam genggaman Dirjen,” ujar Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat, usai mendengar paparan tentang E-Hubdat, sistem integrasi yang dibangun untuk pengawasan dan pengendalian kinerja di lingkungan Ditjen Hubdat di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut Budi, tersedianya sistem E-Hubdat relevan dengan kondisi terkini di lingkungan kerja Ditjen Hubdat, yang memiliki banyak sistem aplikasi aktif di lima unit kerja Eselon II. “Dengan munculnya sistem teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat berkembang, kita sebagai pengguna tentu harus cepat menyesuaikannya sesuai perubahan zaman.”

Dalam laporannya, Sekretaris Ditjen Hubdat, Cucu Mulyana menyatakan, E-Hubdat merupakan salah satu jawaban atas tantangan kemajuan zaman, khususnya dalam ranah teknologi informasi dan komunikasi. “Lewat sistem yang terintegrasi, kami berharap dapat mengefisiensikan belanja perjalanan dinas tiap tahun, mempermudah akses data dan pemantauan pegawai, juga membuktikan transparansi pelaksanaan tugas,” paparnya.

Cucu menambahkan, nantinya E-Hubdat dapat membantu memberikan pelayanan terbaik, serta membantu para pimpinan unit kerja untuk melakukan pengendalian kinerja. Sistem aplikasi E-Hubdat memang berfungsi untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian yang efisien dan efektif. Caranya dengan mengembangkan sistem aplikasi induk yang terintegrasi di seluruh unit kerja Ditjen Hubdat.

Dalam sistem E-Hubdat dapat terpantau berbagai hal, yaitu sistem informasi perizinan online angkutan dan multimoda, vehicle type approval online, sistem informasi kepegawaian, serta e-monitoring and reporting. “Kalau kita inline dari atas ke bawah dan kita kawal semuanya tanpa ada conflict of interest, saya kira semua bisa berjalan dengan bagus. Terkadang kita lemah dalam pengawasan karena luasnya wilayah kerja kita,” ungkap Budi.

Foto: Ditjen Hubdat

Baca ini juga ya!