Penerbangan Sepi, AP 2 Lakukan Penyesuaian Pola Operasi di Bandara

Mulai 1 April 2020 bandara-bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura II (AP 2) telah menjalankan penyesuaian pola operasional. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19).

Perseroan menyebutkan, penyesuaian pola operasional dilakukan dinamis dengan mempertimbangkan tren pergerakan penumpang pesawat dan frekwensi penerbangan di masing-masing bandara.

Melalui strategi penyesuaian pola operasional, maka setiap bandara dapat melakukan optimalisasi terhadap fasilitas dan personel. Dengan demikian masing-masing bandara dapat menyesuaikan kebutuhan untuk melakukan pengkondisian alur penumpang di bandaranya agar penerapan jarak fisik (physical distancing) antarpenumpang pesawat dapat tetap dilakukan.

Presiden Direktur AP 2, Muhammad Awaluddin mengungkapkan, penyesuaian pola operasional ini bertujuan untuk menjaga aspek kesehatan dari penumpang pesawat, pengunjung bandara, dan pekerja di bandara.

Baca Juga:

Dipukul Covid-19, Penumpang Pesawat di Bandara AP 2 Anjlok 4,84%

AP 2 Batasi Operasional Bandara Soekarno-Hatta Mulai 1 April

Kata dia, bandara AP 2 yang sudah menyesuaikan pola operasional di tengah pandemi Covid-19 adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten.

Awaluddin menguraikan, sejak 1 April 2020, Soekarno-Hatta melakukan pembatasan operasional di Terminal 1 dengan hanya membuka Sub Terminal 1A, Sub Terminal 2D dan 2E. Sementara itu maskapai yang biasa beroperasi di Sub Terminal 2F dipindah sementara ke Terminal 3.

“Soekarno-Hatta sudah melakukan penyesuaian pola operasional. Dengan melakukan pembatasan operasional di terminal, maka alur penumpang di keseluruhan bandara otomatis lebih sederhana dan membuat pemeriksaan keamanan serta pengawasan kesehatan dapat lebih optimal,” ucap Awaluddin, Jum’at (3/4/2020).

Dia mengatakan, pola penyesuaian operasional kini juga telah diterapkan di bandara lain yang dikelola perseroan.

“Melalui strategi ini maka, bandara-bandara PT Angkasa Pura II bisa beroperasi optimal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan serta pematuhan terhadap peraturan di tengah pandemi Covid-19.”

Adapun fasilitas yang dapat diminimalkan guna pengkondisian dan penyederhanaan alur penumpang adalah yang sifatnya non-prioritas seperti lift, travelator, eskalator, lampu penerangan dan lain sebagainya.