Penerbangan Lintas Jawa Belum Dongkrak Okupansi Garuda Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebutkan bahwa pergerakan pesawat di pada masa PSBB transisi belum mendongkrak okupansi.

Jumlah calon penumpang pada rute kota-kota tujuan tertentu seperti lintas Pulau Jawa dilaporkan melesu. Hal ini lantaran masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilisasi.

“Calon penumpang memilih naik mobil atau kendaraan lain. Ini tantangan bagi kami,” ungkap Irfan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pekan lalu, seperti disitir Tempo.co, Senin (13/7/2020).

Irfan mencatat, sejak masa PSBB transisi ditetapkan, peningkatan penumpang Garuda hanya mencapai 16 persen. Rata-rata penumpang per penerbangan pun tak jua menyentuh okupansi 50 persen, meski kuota maksimal angkutan pesawat sudah ditingkatkan menjadi 70 persen.

Disebutkan Irfan, penerbangan Garuda justru dibantu pergerakan penumpang untuk rute-rute jauh seperti ke Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Sedangkan rute favorit lainnya, seperti Jakarta-Denpasar, yang lumrahnya berkontribusi menyumbang penumpang dengan angka tinggi, justaru tak dapat diandalkan.

“Rute yang biasanya ramai seperti Denpasar, kini sepi,” akunya.

Sebagai informasi, dalam laporan keterbukaannya, Garuda mencatatkan penurunan pendapatan dari US$ 1,099 miliar pada Januari-Maret 2019 menjadi US$ 768,1 juta pada Januari-Maret 2020.

Kinerja maskapai pelat merah ini pun berubah dari mencetak profit US$ 61,6 juta pada Januari-Maret 2019 menjadi rugi US$ 147,17 juta.