Penerbangan Lesu, Citilink Kasih Diskon Hingga 50% ke Semua Rute Domestik

Citilink Indonesia menawarkan diskon hingga 50 persen untuk semua rute domestik dalam layanannya. Hal ini dilakukan maskapai untuk mendongkrak industri penerbangan yang sedang lesu, khususnya untuk destinasi wisata tujuan Cina yang terdampak virus corona.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia, Resty Kusandarina, mengatakan, diskon harga tiket ini berlaku untuk semua rute domestik.

“Tentunya dengan alokasi kuota yang terbatas, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Resty seperti dikutip kontan.co.id, Jum’at (14/2/2020).

Resty berharap, adanya promo tersebut dapat mendongkrak jumlah penumpang. “Dengan mengedepankan pelayanan terbaik, maka diharapkan pendapatan akan tetap seimbang,” imbuhnya.

Pada pekan lalu, Kementerian Perhubungan bersama sejumlah kementerian terkait menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak berkepentingan di bidang penerbangan, termasuk maskapai. Dalam rapat tersebut, maskapai diminta menjual tarif tiket pesawat yang lebih murah di wilayah destinasi terdampak oleh kunjungan wisatawan Cina.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, kebijakan tersebut sudah dirapatkan bersama dengan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:

Terdampak Penutupan Rute Cina, Maskapai Bakal Dapat Insentif

Aviasi Cina Terpuruk Virus Corona, Pemerintah Ingin Maskapai Nasional Serap Pasar Cina

Budi menyebutkan, tiga destinasi yang terdampak oleh kunjungan wisatawan Cina adalah Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, dan Bali. Daerah tersebut mengalami penurunan kunjungan wisatawan asal China akibat kebijakan penghentian sementara penerbangan dari dan ke Cina.

Insentif buat maskapai

Dalam rapat itu, Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah mendorong seluruh stakeholder terkait untuk memberikan insentif kepada maskapai penerbangan yang terdampak penutupan rute dari dan ke Cina.

Selain mendorong pemberian insentif, pemerintah juga akan memberikan kemudahan lainnya seperti tarif-tarif yang lebih murah di tiga destinasi tersebut. Pemerintah juga menganjurkan pengusaha hotel memberikan tarif-tarif yang lebih baik, serta membuat kegiatan-kegiatan di tempat tujuan destinasi agar daerah-daerah itu tetap ramai.

“Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya; PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya. Jadi Pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif,” ujar Budi di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, tidak mungkin pemerintah melakukan pemberian insentif sendiri kepada maskapai. Maskapai dan hotel juga harus memberikan kemudahan bagi para tamunya. “Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur,” imbuhnya.