Fri. Apr 10th, 2020

Penangguhan Penerbangan Umroh Cuma Sampai 13 Maret?

Para jamaah calon umroh sedang menunggu keberangkatan penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sumber gambar: AP 2.

                                   

Penangguhan sementara penerbangan umroh diperkirakan akan berlangsung hingga 13 Maret 2020. Dengan demikian, penerbangan umroh dapat kembali berlangsung dengan normal pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Informasi tersebut terkonfirmasi melalui telegram yang disiarkan oleh Saudi Airlines pada Jum’at, 27 Februari 2020. Isi telegram itu menyatakan bahwa maskapai tidak melayani penerbangan dari luar negeri untuk sementara waktu karena permintaan pemerintah Arab Saudi. Penolakan penerbangan ke Arab Saudi berlaku mulai tanggal 26 Februari 2020 hingga 13 Maret 2020.

“Periode penolakan berlaku efektif sejak tanggal awal hingga akhir tanggal periode penolakan,” bunyi kutipan telegram tersebut.

Mengkonfirmasi Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji Umroh Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi, dia mengatakan bahwa pihaknya juga mendapatkan surat edaran tersebut dari Saudi Airlines.

Baca Juga:

Umroh Tertunda, Penerbangan Ribuan Jamaah Dijadwalkan Ulang

Lion Air Hentikan Sementara Semua Layanan Penerbangan Umroh

Menurutnya, informasi tersebut menjadi titik terang bahwa penerbangan umroh dapat berlangsung kembali dengan normal pada 14 Maret 2020.

“Kami dapat [surat pemberitahuan] itu dari Saudi Airlines. Sebagai penerbangan Saudi, tentu mereka berani mengemukakan [informasi] itu. Tentunya punya dasar, karena dia orang saudi, ini bisa jadi patokan,” tutur Syam, seperti dikutip Bisnis.com, Jum’at (28/2/2020).

Menurutnya, dengan kondisi saat ini otomatis penerbangan di Arab Saudi ikut berhenti pula. Namun dia meyakini, penangguhan penerbangan tidak dilakukan dalam waktu yang lama.

Syam juga mengungkapkan kalau saat ini Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) dan Bandar Udara Internasional King Abdulaziz (JED) belum memiliki alat pendeteksi suhu tubuh. Sehingga, dalam waktu 14 hari penangguhan penerbangan yang diberlakukan untuk sementara waktu ini akan dimanfaatkan oleh otoritas di Arab Saudi untuk melengkapi peralatannya.

“Ini karena diindikasikan ada penduduk mereka yang dari luar negeri jadi suspect penerima virus corona, makanya mereka kaget dan bertindak lebih dahulu daripada terlambat,” ungkapnya.