Fri. Aug 7th, 2020

Pemkab dan Kemenhub Segera Bangun Bandara Bukit Malintang

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau titik lokasi pembangunan Bandara Bukit Malintang, Sabtu (16/3/2019).

                                   

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan segera membangun Bandara Bukit Malintang. Hal ini menyusul ditandatanganinya kesepakatan bersama antara kedua pihak, Rabu (15/1/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti berharap bandara dapat segera dibangun agar memberikan pelayanan mobilitas udara kepada masyarakat, khususnya Mandailing Natal. Adanya bandara juga akan mendukung kegiatan perekonomian, perdagangan dan peningkatan potensi wisata setempat.

“Kami menyabut baik kesepakatan bersama ini. Kami juga berharap, pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal, nantinya dapat menjadi titik tolak peningkatan pertumbuhan perekonomian di daerah setempat, dengan meningkatnya jumlah penumpang dan kargo,” ujar Polana saat acara di Gedung Karsa, Kemenhub, Rabu (15/1/2020).

Baca Juga:

Menhub: Pembangunan Bandara Bukit Malintang Dimulai Tahun 2019

Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution berharap pembangunan bandara di wilayahnya dapat terwujud, mengingat jarak tempuh dari dan ke kabupaten tersebut memakan waktu jika melalui moda transportasi darat. Jarak tempuh dari Mandailing Natal ke Padang memakan waktu 7 jam, sementara ke Medan memakan waktu 11 hingga 12 Jam.

“Kami menaruh harapan besar bandara ini dapat terwujud, mengingkat jauhnya jarak tempuh dari dan ke Mandailing Natal. Dalam pembangunan bandara, kami menghibahkan lahan kurang lebih 106 hektare dan akan disusul 20 hektare dari hibah Pemrov Sumut. Dengan luasnya lahan, kami menargetkan panjang runway bisa mencapai 1.600 meter,” kata Dahlan.

Dahlan mengemukakan, kehadiran bandara nantinya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta membuka potensi-potensi besar yang dimiliki seperti pertanian dan perkebunan.

Sebelumnya, tahun lalu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau titik lokasi pembangunan bandara mengatakan bahwa pembangunan bandara akan selesai pada 2021. Bandara ini akan memiliki terminal yang mampu menampung 500.000 penumpang per tahun.

“Kalau saya lihat tanah sudah diserahkan. Kami antusias untuk melaksanakannya dan insya Allah akhir tahun 2021 selesai. Memang kita rencanakan untuk dapat didarati oleh pesawat ATR 72, sehingga panjang runway 1.600 meter, serta bangunan terminal nya kira-kira untuk kapasitas 500.000 penumpang dalam setahun,” kata Budi, Sabtu (16/3/2019).

Pada saat yang sama Dahlan mengatakan, bandara merupakan hal terdesak yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat, khususnya untuk calon jamaah haji.

“Kebutuhan lapangan terbang sangat mendesak, karena jamaah haji kita 14 jam baru sampai di Kualanamu dengan jalan darat. Terkadang sampai 20 jam di mobil,” ujarnya.