Pembangunan Infrastruktur Transportasi Terus Berlanjut, Anggaran Kemenhub Terserap Lebih 96%

Read Time:2 Minute

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan dan melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi pada masa pandemi covid-19. Maka anggaran yang diterimanya untuk tahun 2021 sebesar Rp34,01triliun dapat terserap lebih dari 96%.

“Satu upaya yang tidak mudah, tapi dapat dilakukan. Karenanya saya terima kasih kepada teman-teman yang melakukannya dengan intense. Membangun bandara di Papua, membangun pelabuhan di Sulawesi, melakukan pekerjaan terminal di Sumatera, itu semua berjalan. In syaa Allah tahun ini penyerapan (anggaran) mencapai lebih dari 96%,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam jumpa press akhir tahun 2021 di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Tahun ini, kata Menhub, penyerapannya ditandai dengan pembangunan secara nyata. “Pelabuhan Patimban bisa kita selesaikan. Kita juga bisa menyelesaikan KRL Yogya-Solo, juga menyelesaikan yang menuju Bandara YIA di tengah kondisi sulit ini,” ucapnya. Begitu juga Bandara Ngloram di Cepu, Jawa Tengah dan Jalur Layang Stasiun Manggarai di Jakarta.

Bukan cuma pembangunan infrastruktur transportasi di Pulau Jawa, tapi di seluruh Indonesia atau dengan konsep Indonesia sentris. Hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan konektivitas antarwilayah agar menyatukan masyarakat Indonesia.

Menhub menyebutkan pembangunan di luar Jawa sudah diselesaikan pula. Antara lain: Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Bandara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh, Kalimantan Tengah; Bandara Mopah di Merauke, Papua; Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT; Bandara Tebelian di Sintang, Kalimanta Barat.

“Prasarana itu tersebar di seluruh Indonesia dan kami laksanakan karena kita terus membangun tidak beda dengan masa sebelum covid-19,” kata Menhub.

Maka pada tahun 2022, Kemenhub ditugaskan untuk terus membangun banyak fasilitas transportasi. “Kita harus menyelesaikan Terminal Tipe A, yaitu Amplas di Medan dan Tirtonadi di Solo, juga di Cirebon, Bandung, Bekasi, Sukabumi, Samarinda, dan Padang,” tuturnya.

Belum lagi penyelesaian pembangunan pelabuhan, yakni Pelabuhan Ambon Baru dan Pelabuhan Tanjung Carat di Palembang, serta pelabuhan penyeberangan di Bali: dua di Nusa Penida dan satu di Sanur; juga di Kaimana, Batanta, Weda, Salawati, dan Bade. Termasuk pula Pelabuhan Anggrek di Gorontalo Utara, yang akan dilakukan dengan skema KPBU.

Sementara pembangunan prasarana kereta api (KA) menjadi tantangan pula untuk diselesaikan. Antara lain, jalur ganda KA Manggarai-Cikarang dan Bogor-Sukabumi, KA Cepat Jakarta- Bandung yang dikawal bersama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, serta jalur KA Makassar-Parepare, juga LRT Jabodetabek.

“Jalur KA Makassar-Parepare yang in syaa Allah tahun depan selesai itu akan digunakan sebagai kereta penumpang dan kereta logistik, sehingga akan membuat daerah Sulawesi Selatan lebih berkembang,” ujar Menhub.

Ditugaskan pula untuk menyelesaikan Bandara Mentawai Baru, beberapa bandara di Papua, seperti Siboru di Fakfak, Rendani di Manokwari, dan Ewer. Di samping itu juga akan mereaktivasi Bandara Tunggu Wulung di Cilacap.

“Bayangkan Pulau Mentawai yang terluar yang sekarang bandaranya kecil, kita akan buat agar pesawat ATR 72 bisa mendarat di sana,” ungkap Menhub.

Tahun 2022, Kemenhub mendapatkan alokasi anggaran Rp32,93triliun. Angka ini lebih rendah dari dua tahun sebelumnya, yakni Rp36,39triliun (2020) dan Rp34,01triliun (2021).

“Kemenhub akan memprioritaskan program kerja yang berdampak luas pada masyarakat dan mengacu pada tema rencana kerja pemerintah 2022,yaitu ‘Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural’,” tutur Menhub.

Foto: BKIP Perhubungan