Pastikan Kru Penerbangan Gunakan Narkoba, Kemenhub Gelar Tes Urine

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menggelar tes urine secara acak atau Random Check RUN (Rapid Urine Napza) di sejumlah bandar udara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan awak penerbangan terbebas dari narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) selama bertugas. Terlebih saat musim puncak periode angkutan akhir tahun 2019 dan tahun baru 2020.

Awak penerbangan yang menjalani tes urine terdiri dari pilot, pramugari, petugas operasi penerbangan (FOO) dan petugas Pemandu Lalu Lintas Penerbangan (ATC).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menegaskan, salah satu syarat wajib bagi seluruh awak penerbangan adalah terbebas dari narkoba. Kemenhub akan memberi sanksi tegas jika ada awak penerbangan yang terbukti menggunakan narkoba.

“Kapan pun mereka akan terbang harus bebas dan bersih dari narkoba. Bersih dan bebas dari narkoba menjadi syarat mutlak bagi seluruh penyedia jasa layanan penerbangan,” kata Polana di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Sementara itu, Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Sri Murani Ariningsih mengatakan bahwa berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan, tidak ada temuan mayor awak penerbangan mengunakan obat terlarang.

“Kami telah melakukan random check RUN di Bandar Udara Adisucipto Yogyakarta, Bandar Udara Juanda Surabaya, Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar dan Bandar Udara Hasanuddin Makasar. Tidak ditemukan awak penerbangan yang menggunakan obat terlarang,” ungkap Sri.

Kewajiban bagi awak penerbangan yang bebas dan bersih dari penyalahgunaan dan penggunaan narkoba diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121.535 tentang Pemeriksaan Medis untuk Pilot, Kru Kabin, dan engineer sebelum melakukan tugas, CASR 91.17 tentang Alkohol Atau Narkoba, dan CASR 61.15 tentang Pelanggaran yang Melibatkan Alkohol atau Narkoba.