Pariwisata Tumbuh 22%, Menpar Apresiasi Dukungan AirNav Indonesia

Menteri Pariwisata, Arief Yahya memberikan apresiasi kepada AirNav Indonesia atas dukungan mereka dalam meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan Arief kepada Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto kunjungan kerjanya ke Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC), Tangerang, Kamis (21/3/2019).

“Saya selalu tenang setiap kali berkunjung ke AirNav Indonesia karena selalu memberikan solusi. Pariwisata tumbuh 22% tahun 2018 lalu, tiga kali pertumbuhan regional dan global,” ungkap Arief.

Dijelaskannya, industri pariwisata dapat menjadi penghasil devisa terbesar dan terbaik bagi Indonesia.

“Pariwisata Indonesia masuk 10 terbaik dunia menurut lembaga-lembaga dunia yang kredibel. AirNav Indonesia bersama airport dan airlines memiliki peran strategis dalam mendukung upaya Pemerintah menciptakan 10 destinasi Bali baru untuk dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019,” ujarnya.

Menurutnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi faktor pendukung dalam tercapainya program tersebut.

Saat ini di kedua bandara itu sedang dilakukan peningkatan kapasitas traffic movement. Peningkatan ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap jumlah wisatawan mancanegara yang masuk.

““Diharapkan Oktober peningkatan Jakarta dan Bali dapat diselesaikan. Bayangkan jika kita bisa meningkatkan satu saja jumlah traffic movement per jam. Artinya, kita bisa menambah sedikitnya 200 orang datang ke Jakarta dan Denpasar,” ungkapnya.

Selain Jakarta dan Bali, peningkatan traffic movement juga dapat dilakukan di Yogyakarta dengan dibangunnya New Yogyakarta International Airport (NYIA.

Novie menjelaskan, bukan hanya di bandara-bandara besar, pada tahun 2019 ini AirNav Indonesia juga telah mengalokasikan investasinya untuk peningkatan layanan navigasi penerbangan hingga ke bandara-bandara perintis di seluruh Nusantara.

“Kami mendapatkan tugas khusus dari pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di 109 Bandara di Papua. Program kami untuk peningkatan layanan navigasi penerbangan di Papua salah satunya adalah dengan memberdayakan putra-putri terbaik Papua untuk menjadi personel layanan navigasi penerbangan,” tutupnya.