Tue. Aug 4th, 2020

Pakai Voucher, Pemerintah Beri Insentif Penerbangan untuk Penumpang

Ilustrasi tiket pesawat. Sumber gambar: Pixabay.

                                   

Pemerintah telah menganggarkan Rp443miliar untuk memberikan insentif rabat atau potongan harga tiket penerbangan di 10 destinasi wisata prioritas, yakni Batam, Denpasar, Jogjakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

Pemberian insentif tersebut dalam bentuk voucher. Kebijakan pemberian insentif ini merupakan upaya pemerintah menggeliatkan gairah berwisata masyarakat akibat dampak wabah virus corona (Covid-19).

Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Budi Prayitno mengatakan, rabat akan diberikan kepada penumpang. Alokasinya diberikan kepada 25 persen penumpang pertama dari total kursi yang tersedia dalam setiap penerbangan. Insentif ini berlaku selama 3 bulan, mulai awal Maret hingga Mei 2020.

Adapun, skema insentif ini, maskapai meminta reimburse atau pembayaran kembali kepada pemerintah atas klaim voucher yang telah digunakan penumpang. Klaim pembayaran kembali ini dilakukan maskapai setiap pekan.

“Habis (Red: setelah) maskapai menerbangi seluruh destinasi itu dibagi (reimburse). First come first serve, contohnya ketika Jakarta ke Batam kuota 25 persennya sudah habis akan kembali ke harga normal. Makanya, dikeluarkan voucher kode tertentu, setiap destinasi berbeda-beda kuotanya,” terangnya dalam sebuah kesempatan, Jum’at (28/2/2020).

Baca Juga:

Menhub: Kalau Ada Tambahan Slot, Kita Tambah Insentifnya

Berlaku Hingga Mei, Angkutan Lebaran 2020 Insentif Tetap Berlaku?

Dia menambahkan kuota tersebut sangat bergantung pada jenis pesawat yang digunakan, karena didasari pada kapasitas pesawat. Contohnya, Boeing 737-400 dengan konfigurasi 137 kursi seluruhnya ekonomi akan ada 25 persen kursi yang mendapat rabat atau sebanyak 34 kursi.

Voucher tersebut nantinya dapat digunakan melalui pembelian tiket secara daring dan akan berlaku hingga masa Angkutan Lebaran 2020 pada Mei 2020.

Adapun, lanjutnya, harga tiket yang dijadikan patokan pemberian rabat atau diskon yakni satu harga tiket atau single ticket, sehingga perhitungan diskon bersifat tetap. Setelah kuota habis, maka harga tiket kembali normal sesuai skema tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) menyesuaikan masing-masing maskapai.

Dia menjelaskan, skema ini akan berbeda untuk masing-masing jenis maskapainya. Maskapai full service seperti Garuda Indonesia dan Batik Air akan mendapatkan diskon sebesar 45 persen, maskapai medium service seperti Sriwijaya Air dan NAM Air mendapat diskon 48 persen, Sedangkan maskapai berbiaya hemat (LCC) seperti Citilink Indonesia, AirAsia, Lion Air dan Wings Air diskonnya 50 persen.

Dia menegaskan, pemberian insentif ini ditargetkan bisa terlaksana mulai 1 Maret 2020. Dia menjelaskan, saat ini tim IT dari maskapai maupun pemerintah tengah bekerja keras mengupayakan integrasi sistem agar sistem pemberian voucher insentif tersebut bisa berjalan sesuai harapan.