Optimalkan Kinerja Tol Laut, Kemenhub Beri Penghargaan bagi Pendukungnya

Read Time:2 Minute

Pemerintah daerah, unit pelaksana teknis pelabuhan, dan operator kapal, sebagai pendukung terbaik dalam peningkatan kinerja program tol laut dianugerahi penghargaan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penghargaan ini sebagai apresiasi bagi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan tol laut yang dioperasikan sejak tahun 2015.

“Semoga penghargaan ini dapat memacu semangat kerja kita untuk terus mengoptimalkan tol laut ” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat membuka Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Laut bertema “Mewujudkan Tol Laut yang Efektif, Efisien, dan Akuntabel untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi” secara daring, Selasa (23/8/2022). Hadir pada acara ini Dirjen Perhubungan Laut, Arif Toha, dan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting.

Berdasarkan hasil evaluasi semester 1 tahun 2022, penghargaan diberikan kepada Pemda Morotai untuk kategori Pemerintah Daerah dengan Jumlah Pengiriman Muatan Balik Terbanyak; Pemda Flores Timur untuk kategori Pemerintah Daerah dengan Peningkatan Muatan Balik Terbanyak; PT Pelni (T-28B) sebagai Operator Kapal Tol Laut dengan Load Factor Terbaik; UPP Dobo sebagai Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan dengan Pelayanan Kapal Tol Laut Terbaik; dan CBA (KENUS 06) sebagai Operator Kapal Tol Laut dengan Performance Kapal Terbaik.

Operasional tol laut, kata Menhub, terus meningkat, baik jumlah trayek dan pelabuhan yang disinggahi maupun daya angkut dan muatannya. Saat ini tol laut melayani 33 trayek dengan 32 kapal yang menyinggahi 130 pelabuhan.

Tol laut perlu mendapat dukungan antar-Kementerian dan antar-Lembaga, juga BUMN, operator kapal dan pelabuhan, serta mitra kerja lainnya. Peran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan komoditi unggulan daerah juga sangat penting agar muatan balik tol laut semakin optimal.

“Saya mendengar kabar gembira bahwa sekarang dari wilayah timur banyak sekali muatan rumput laut dan ikan yang nilai ekonomisnya relatif tinggi. Oleh karena itu, kepada seluruh daerah di Indonesia bagian timur, kumpulkanlah barang-barang tersebut. Kita akan siapkan kontainer yang bisa melakukan pendinginan di dalam kapal, sehingga bisa dibawa ke Jawa atau Indonesia bagian barat dengan kondisi baik,” tutur Menhub.

Di sisi lain, kata Menhub, sejumlah inovasi harus terus dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja tol laut. Misalnya, melalui optimalisasi konektivitas multimoda melibatkan program jembatan udara dan subsidi angkutan darat. Perlu pula pengawasan barang yang optimal dari pelabuhan bongkar sampai dengan hinterland-nya.

Inovasi lain adalah penggunaan aplikasi SiTolaut dengan aplikasi BRIStore milik Bank BRI. Sistem end to end user ini mempermudah pelaku usaha dalam melakukan proses pemesanan hingga pengiriman. “Saya minta Ditjen Perhubungan Laut dan BRI dapat melakukannya konsisten, detail, dan dengan target yang jelas,” ucap Menhub.

Foto: Ditjen Hubla