Wed. Apr 8th, 2020

Nggak Dibeli! B777 akan Lengkapi Jenis Pesawat Kepresidenan RI

Beredar foto yang menyebutkan pesawat B777 Garuda Indonesia dicat dengan corak kepresidenan di sebuah hanggar. Sumber gambar: AviaTren.

                                   

Beredar di jagat dunia maya foto yang memperlihatkan sebuah armada pesawat berbadan besar dengan dominasi warna putih dicat dengan corak khusus garis panjang berwarna merah. Pada bagian tengah tersemat lambang negara beserta tulisan Republik Indonesia di sampingnya, sementara pada bagian bawahnya bertuliskan Garuda Indonesia.

Kabarnya, pesawat tersebut adalah armada pesawat jenis Boeing 777-300ER milik maskapai Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GIG. Pesawat tersebut disewa untuk menjadi pesawat kepresidenan RI.

Terkait foto pesawat tersebut, pihak Istana menegaskan bahwa tidak ada pembelian pesawat. “Penjelasan sementara saya, tidak ada pembelian, tidak ada pesawat baru,” kata Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP, Juri Ardiantoro kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga:

Semua Pesawat Angkut Wajib Dipasang ADS-B

Soetikno Soedarjo Nyatakan Bukan Perantara dalam Pengadaan Pesawat Garuda

Kehadiran B777 ini akan melengkapi deretan pesawat kepresidenan yang lebih dulu ada, yakni Boeing Business Jet (BBJ) 2 A001 yang berbasis B737-800. BBJ 2 dipesan pada 27 Desember 2010 dan baru dikirim pada 20 Januari 2012 dalam bentuk green aircerft. Pesawat menjalankan debut dinas pada tahun 2014 atau tahun terakhir era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pesawat ini dioperasikan oleh Skadron Udara 17 Angkut VIP/VVIP Lanud Halim Perdanakusuma.

Jenis lainnya adalah helikopter Aérospatiale AS 332L-1 Super Puma. Armada tersebut dioperasikan oleh Skadron Udara 45 Angkut VIP/VVIP.

Banyak armada B777 Garuda nganggur

Berdasarkan laporan keuangan Garuda Indonesia, tercatat perseroan memiliki 10 unit pesawat jenis Boeing 777.

Dikutip dari kumparan (27/2/2020), sumber dari internal Garuda Indonesia mengatakan bahwa memang banyak pesawat B777 yang menganggur.

“Kalau soal pesawat kepresidenan, saya tidak tahu-menahu. Cuma memang, banyak Boeing 777 yang menganggur,” ungkap sumber tersebut.

Meningkatnya jumlah pesawat berbadan lebar yang menganggur bukan tanpa sebab. Sumber tersebut mengatakan bahwa proyeksi pengadaan pesawat baru Garuda Indonesia di era kepemimpinan Emirsyah Satar terlalu optimistis, sementara kondisi industri aviasi saat ini sedang terpukul. Penyebabnya antara lain, dampak perlambatan ekonomi dunia, perang dagang, hingga kasus virus corona.

Dampaknya, utilisasi pesawat yang telah dibeli dan tiba itu menjadi rendah dan akhirnya menganggur.