N219 Raih Sertifikasi Tipe Pesawat, Kemenhub Pesan untuk Kalibrasi dan Perintis

Sertifikasi tipe pesawat untuk N219 berhasil diraih. Otoritas penerbangan sipil Indonesia, yakni Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, menyerahkanya kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Jakarta, Senin (28/12/2020).

“Kami mengapresiasi tersertifikasinya pesawat N219 yang merupakan karya anak bangsa. Selesainya proses sertifikasi tipe diharapkan menjadi tonggak bersejarah kebangkitan industri rancang bangun pesawat udara di Indonesia setelah era pengembangan pesawat buatan anak bangsa N250 sekitar 30 tahun lalu yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ Habibie,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang menyaksikan penyerahan sertifikasi oleh Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono, kepada Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro.

Budi mengatakan, Kemenhub berencana memesan pesawat N219 untuk keperluan kalibrasi fasilitas penerbangan dan memenuhi kebutuhan pesawat untuk menjangkau daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan) serta angkutan perintis.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan, sertifikasi tipe N219 dilakukan oleh pihaknya sejak Febuari 2014. Berdasarkan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) bagian 21 atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) Part 21, masa sertifikasi berlaku tiga tahun.b”Kami memberikan dua kali izin perpanjangan, yaitu pada 8 Februari 2017 dan 11 Februari 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Elfien mengatakan, “Kebanggaan bagi bangsa Indonesia untuk pertama kali berhasil menyelesaikan sertifikasi pesawat yang sepenuhnya karya anak bangsa. Ini juga prestasi pertama bagi PTDI Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dapat menyelesaikan evaluasi dan uji produk pesawat terbang nasional dengan kompleksitas cukup besar.”

UU Nomor 1 Tahun 2009 pasal 13 menyebutkan bahwa pesawat udara, mesin pesawat udara, dan baling-baling pesawat udara yang akan dibuat untuk digunakan secara sah (eligible), harus memiliki rancang bangun yang disertifikasi oleh Ditjen Perhubungan Udara. Setelah melalui rangkaian uji dalam proses sertifikasi dan final certification board meeting pada 18 Desember 2020, sertifikat tipe untuk pesawat udara N219 resmi diterbitkan.

N219 adalah pesawat udara kategori komuter berkapasitas maksimum 19 penumpang dengan high-wing monoplane dan mid tail empennage, juga unpressurised cabin. Memiliki roda pendarat fuselage mounted non-retractable tricycle dan dua engine turboprop PT6A-42 dengan empat bilah propeller Hartzell, dilengkapi sistem navigasi-komunikasi Garmin 1000 Next Generation.

Sebagaimana hasil pengujian DKPPU, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).

“Prototipe pesawat pertama (Prototype Design 1, PD-1) N219 Nurtanio telah menjalani flight cycle sebanyak 250 cycle dan flight hours sebanyak 275 jam, sedangkan prototipe pesawat kedua (PD-2) N219 telah menjalani flight cycle sebanyak 143 cycle dan flight hours sebanyak 176 jam. Secara total, pesawat N219 telah menyelesaikan 393 flight cycle dan 451 flight hours dalam proses sertifikasi ini,” ungkap Gita Amperiawan, Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI.

Dijelaskannya, “Betapa panjang dan rumitnya proses sertifikasi pesawat N219. Di antaranya harus melalui tahap document certification, conformity inspection, laboratory test, ground test, flight test system & performance.”

Elfien menyampaikan bahwa produksi awal pesawat N219 akan dibuat empat unit menggunakan kapasitas produksi yang saat ini tersedia. Selanjutnya PTDI akan melakukan peningkatan fasilitas produksi dengan sistem produksi modern pada manufaktur, sehingga secara bertahap kemampuan hasil produksi dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan pasar.

Tengah dikerjakan pula versi amfibi pesawat N219. Pengembangannya baru tahap preliminary design, kemudian dilanjutkan ke tahap prototyping & structure test serta development flight test. Ditargetkan memperoleh ATC Award pada tahun 2024.

Foto: PTDI