Tue. Feb 25th, 2020

N219 ‘Nurtanio’ Bakal Tampil Statis di Singapore Airshow 2020

Pesawat N219 'Nurtanio'. Sumber gambar: Instagram/ Bambang Haryanta

                                   

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana akan menampilkan pesawat N219 ‘Nurtanio’ selama perhelatan Singapore Airshow 2020 (SA2020). Ajang pameran kedirgantaraan dua tahunan tersebut akan diselenggarakan pada 11-16 Februari 2020 di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Sumber dari PTDI menyebutkan bahwa akan ada tiga jenis pesawat yang akan menjadi sorotan PTDI di ajang tersebut.

“Rencananya akan tampilkan produk fixed wing (sayap tetap); CN235-220, NC212i, dan N219,” tutur Manajer Komunikasi Perusahaan dan Promosi PTDI Adi Prastowo kepada IndoAviation, Jum’at (24/1/2020) pagi.

Namun Adi menegaskan bahwa salah satu dari ketiga jenis pesawat tersebut akan tampil statis selama perhelatan SA2020.

“Untuk pesawat, sedang saya siapkan segala kemungkinan-kemungkinannya. Salah satu saja (yang akan tampil statis),” cetus Adi.

Sementara itu, dari sumber lain di PTDI yang tidak disebutkan namanya, IndoAviation memperoleh informasi bahwa pesawat yang akan tampil statis selama ajang SA2020 adalah N219 ‘Nurtanio’.

“(PTDI) bawa N219, (tampil) statis full day,” kata sumber tersebut.

Baca Juga:

Purwarupa N219 Sudah Uji Terbang Hampir 200 Jam

Pesawat Apa yang Jadi Pesaing N219?

Sebagai informasi, pada Desember 2019, selama dua pekan pesawat N219 menjalani uji kepak sayap (flutter test) di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat.

Uji ini adalah bagian dari serangkaian uji kelayakan yang harus dilalui pesawat eksperimen untuk mendapatkan sertifikasi dari Direktorat Kelaikanudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Untuk meraih sertifikasi, salah satu syaratnya harus memenuhi kuantitas uji terbang lebih dari 300 jam. PTDI berharap awal tahun ini N219 dapat menyelesaikan pemenuhan jam terbang yang disyaratkan DKPPU untuk mendapatkan sertifikasi pesawat.

“Untuk jam terbang sudah cukup signifikan dan mudah-mudahan di awal tahun ini selesai,” ungkap Adi.