Mulai Beroperasi Akhir Maret, Hari Ini Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut Diresmikan

Read Time:1 Minute

Pengoperasian terminal Baru Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah rencana akan diresmikan hari ini (Senin, 8/4/2019). Namun bandara ini sudah mulai dioperasikan pada 28 Maret lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menghimbau, dengan resminya pengoperasian terminal baru ini, diharapkan pengelola bandar udara tetap mengutamakan aspek 3S+1C (safety, security, service and compliance).

“Saya mengapresiasi dengan akan diresmikannya Terminal Baru Bandar Udara Tjilik Riwut. Semoga dengan beroperasinya terminal baru dapat memberikan kenyamanan yang lebih kepada pengguna tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan, mengingat Bandar Udara Tjilik Riwut merupakan pintu gerbang utama ke Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Polana di Jakarta, Ahad (7/4/2019).

Pada kesempatan berbeda, Plt Executive General Manager Bandar Udara Tjilik Riwut, Paryono menjelaskan, kehadiran terminal baru ini dapat menyerap aspirasi masyarakat khususnya terhadap keinginan penambahan jumlah rute penerbangan dari dan menuju Kalteng. Dioperasikannya terminal baru ini juga diharapkan dapat menunjang sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Adanya fasilitas terminal baru, dan ditunjang dengan luasan apron serta melihat peningkatan demand, maka beberapa rute yang sebelumnya ditutup akan dibuka kembali seperti penerbangan dari Solo – Palangkaraya, Jakarta – Palangkaraya dengan menggunakan maskapai Batik Air dan Citilink,” ungkap Paryono.

Selain merencanakan membuka rute yang sebelumnya ditutup, lanjut Paryono, juga ada kemungkinan sejumlah maskapai yang ingin membuka rute baru terbang dari Bandar Udara Tjilik Riwut, salah satunya maskapai Citilink Indonesia dengan rute Makassar – Palangkaraya PP. Saat ini, rute Makassar – Palangkaraya diterbangi maskapai Wings Air dengan pesawat jenis ATR 72-600.

Maskapai yang melayani penumpang di Bandar Udara Tjilik Riwut adalah Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Lion Air, Wings Air dan Transnusa dengan total sebanyak 34 pergerakan pesawat.