Mulai 16 Desember Pelabuhan Patimban Dikelola PPI dan Toyota Tsusho

Read Time:1 Minute

Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, akan dikelola PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) dan Toyota Tsusho Corporation mulai 16 Desember 2021. Sekarang ini pelabuhan dikelola oleh Kementerian Perhubungan yang memberikan penugasan kepada Pelindo III (sekarang Pelindo) sebagai pengelola sementara.

Mengecek kesiapan pelabuhan jelang peralihan operator itu, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Patimban pada Kamis (18/11/2021). Pelabuhan Patimban akan dijadikan cikal bakal kawasan industri dan perkotaan baru bernama “Rebana Metropolitan”. Rebana adalah akronim dari Cirebon, Subang, Patimban, Kertajati.

Menurut Luhut, metropolitan itu meliputi enam kabupaten, yakni Majalengka, Kuningan, Subang, Cirebon, Indramayu, dan Sumedang, serta satu Kota Cirebon. Jantung kota pertumbuhan kawasannya adalah Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati. Kawasan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Keberadaan Pelabuhan Patimban juga dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan.

“Kehadiran pelabuhan ini akan menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerjaan pada 2030, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kepadatan di Jakarta akan berkurang karena ada kawasan industri di sekitar Pelabuhan Patimban, sehingga tidak perlu ke Tanjung Priok,” ucap Luhut.

Tentang peralihan operator, Budi Karya mengatakan, Pelabuhan Patimban akan dikelola perusahaan yang dikerjasamakan dengan Jepang. “Setelah serah terima, diharapkan pada 17 Desember 2021 sudah dimulai kegiatan ekspor di pelabuhan ini,” katanya.

Pada Januari-November 2021, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Patimban mencapai total 12.335 unit kendaraan. Diangkut oleh sembilan kapal, yaitu Ferrindo 5, Serasi V, MV Ostina, Kalimantan Leader, Harmoni Mas 3, Serasi I, Harmoni Mas 8, MV Sulawesi Leader, dan KM Panorama Nusantara, dengan rute Patimban-Belawan dan Patimban-Makassar.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dimaksudkan untuk mengurangi biaya logistik, yakni mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, juga mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan. Di samping itu, pelabuhan dibangun untuk menjamin keselamatan pelayaran, termasuk eksplorasi gas.

Pada peninjauan itu, Luhut memimpin rapat untuk mengoordinasikan hal-hal yang terkait dengan perencanaan dan upaya penyelesaian target-target dalam mendukung optimalisasi pengoperasian Pelabuhan Patimban. Hal-hal yang dikoorsinasikan, antara lain, kesiapan kegiatan ekspor, penyelesaian jalan tol yang ditargetkan selesai 2023, dan dukungan pemerintah daerah untuk optimalisasi pelabuhan.

Foto: BKIP Perhubungan