Modifikasi Jadi Seaplane, API Banyuwangi Kirim Tiga Pesawat ke Sydney Tahun Depan

Cessna 172 SP Skyhawk

Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi berencana untuk mengirim tiga pesawatnya ke Sydney, Australia tahun depan. Ketiga pesawat tersebut akan dipasangkan kaki pelampung (float kit) untuk mendukung rencana mereka membuka program pendidikan penerbang pesawat amfibi (seaplane).

“Rencananya ke depan, kita (API Banyuwangi) bekerjasama dengan Australia (Sydney Seaplanes). Saya sudah diskusi dengan Aaron Shaw, Direktur Pelaksananya, ke depan kita akan kerja sama untuk pemasangan float kit. Ke depan, minimal tiga pesawat kita akan dipasang float kit,” terang Direktur API Banyuwangi, Genny Luhung Prasojo kepada IndoAviation di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Genny mengatakan, API Banyuwangi memiliki 35 pesawat Cessna 172 SP Skyhawk yang berkualifikasi high wing atau sayap atas. “Standar untuk pesawat amphibious itu high wing, enggak bisa yang low wing karena terlalu dekat dengan air,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara, salah satu operator pesawat amfibi yang telah mendapatkan sertifikasi dari DKPPU adalah Sydney Seaplanes.

“Saya sudah tanya regulator, kepada DKPPU, bahwa salah satu provider seaplane yang sudah mendapatkan sertifikasi dari DKPPU adalah Sydney Seaplanes yang berbasis di Bandara Air Rose Bay, Sydney,” ungkapnya.

Rencananya, kata dia, kami ke depan mau membawa pesawat-pesawat kami ke Sydney. “Karena STC (Supplemental Type Certificate)nya kan ada di sana, di Indonesia juga belum ada. Di sana (float kit) dipasang, nanti di-ferry,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, secepatnya pemasangan float kit tersebut akan dilakukan pada kuartal II tahun depan. Namun dia mengaku belum bisa menyebutkan secara pasti kapan rencana itu akan dilakukan.

“Rencananya tahun depan, (karena) tahun ini anggarannya kan sudah tinggal satu bulan lagi, jadi enggak efektif. Mungkin (direncanakan) kuartal II 2020, pastinya kapan belum bisa dipastikan. Karena ada proses tender, pengulangan (verifikasi), feasibility study dan sebagainya. Kita kirim pesawatnya ke Sydney untuk dipasangkan float kit sekalian kirim juga instrukturnya dan teknisinya,” tandasnya.