Mitigasi Keamanan untuk Penerapan Bagasi Berbayar

Read Time:1 Minute

Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menginstruksikan maskapai, pengelola bandar udara dan Otoritas Bandar Udara (OBU) dan pengguna jasa angkutan udara di seluruh  wilayah Indonesia untuk melakukan mitigasi keamanan penerbangan terkait penerapan bagasi berbayar.

Mitigasi diperlukan untuk mengantisipasi dan meminimalkan hal-hal negatif yang kemungkinan terjadi akibat kekecewaan penumpang atau hal lain dalam operasional penerbangan yang menerapkan bagasi berbayar.

“Semua kemungkinan terkait keamanan penerbangan bisa terjadi kalau ada peraturan baru yang diterapkan. Untuk itu harus dilakukan mitigasi sehingga keamanan penerbangan di lingkungan bandara tetap kondusif. Dengan demikian keselamatan dan keamanan penerbangan juga bisa tetap terjaga,” kata Polana, Rabu (23/01/2019).

Polana menginstruksikan maskapai penerbangan untuk terus melakukan sosialisasi dan komunikasi yang lebih intensif kepada masyarakat dan penumpang. Sosialisasi dan komunikasi harus dilakukan dengan berbagai media yang bisa menyentuh masyarakat di berbagai tempat, tidak hanya di seputar bandara saja.

“Memang bagi maskapai sudah diberikan waktu sosialisasi selama 14 hari. Namun setelah itu, maskapai juga wajib terus-menerus melakukan sosialisasi dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.

Selain itu, maskapai juga harus menerapkan SOP yang sudah disetujui oleh Dirjen Perhubungan Udara dalam setiap operasionalnya. Misalnya, maskapai harus melakukan pelatihan terhadap personil di front desk bandara. Bila dirasa perlu, maskapai juga harus menambah petugas di lapangan.

Polana juga meminta para pengguna jasa angkutan udara untuk mengikuti aturan penerbangan yang sudah ditetapkan, termasuk dalam hal bagasi berbayar bagi maskapai berbiaya. Hal ini karena aturan yang sudah ditetapkan tersebut dibuat dengan berbagai pertimbangan dan kebaikan untuk kedua belah pihak, penumpang dan maskapai penerbangan.

Polana mengintruksikan pengelola bandara untuk membantu maskapai dalam mengelola operasional di bandara. Misalnya memberikan konter checkin yang lebih banyak kepada maskapai sehingga pelayanan lebih cepat. Selain itu, pengelola bandara juga menyediakan aviation security di dekat konter check-in untuk lebih memberikan rasa aman sehingga pelayanan lebih lancar.

Sedangkan kepada Otoritas Bandar Udara, Polana meminta untuk mengoordinasikan dan memantau kerja sama antar stakeholder tersebut sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Keamanan penerbangan sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan penerbangan. Untuk itu menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menjaganya dengan baik,” tutupnya.