Thu. Dec 12th, 2019

Meski Bermasalah, 737 MAX Ternyata Laku Keras di Dubai Airshow

Sumber gambar: ABC Action News.

Seperti diketahui, produk teranyar Boeing dari keluarga seri 737 MAX mengalami permasalahan serius hingga dikandangkan secara global sejak pertengahan Maret 2019. Hal ini terjadi pasca dua kecelakaan fatal yang melibatkan peran fitur terbaru pesawat tersebut. Namun demikian, dalam perhelatan pameran kedirgantaraan dua tahunan di Uni Emirat Arab, Dubai Airshow, sejumlah pelanggan masih mempercayai produk bermasalah tersebut.

Seakan tak terpengaruh dengan permalahan serius yang ada pada 737 MAX, maskapai asal Kazakhstan, Air Astana berencana membeli 30 unit pesawat pesawat jenis tersebut.

Dikutip dari AFP, Selasa (19/11/2019), rencana Air Astana membeli puluhan unit Boeing 737 MAX ini menjadi dorongan tersendiri bagi Boeing yang sedang diterpa krisis usai tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines yang menewaskan 346 orang di dalam pesawat itu.

Maskapai itu menyatakan pihaknya telah menandatangani ‘letter of intent‘ atau nota penjajakan untuk membeli 30 unit pesawat Boeing 737 MAX-8. Pemesanan ini disebut akan diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam pernyataan resminya, pihak pabrikan pesawat asal Amerika Serikat itu menyebut bahwa puluhan pesawat 737 MAX ini akan ‘menjadi tulang punggung’ bagi FlyArystan, maskapai LCC anak usaha Air Astana. Boeing menyebut rencana pembelian 30 unit 737 MAX oleh Air Astana ini senilai US$3,6miliar atau setara hampir Rp50triliun.

Pada hari sebelumnya (Senin, 18/11/2019), dalam perhelatan tersebut Boeing juga mengumumkan 10 unit pesawat 737 MAX telah dijual kepada maskapai Turki, SunExpress. Pemesanan Boeing 737 MAX itu merupakan yang pertama sejak pesawat jenis itu dikandangkan secara global.

SunExpress menyebutkan, pembelian tersebut merupakan tambahan dari pesanan sebelumnya, yakni sebanyak 32 unit pesawat jenis yang sama.

“Kami memiliki keyakinan penuh bahwa Boeing akan memberikan kami pesawat yang aman, dapat diandalkan dan efisien. Namun, tak dipungkiri bahwa ini membutuhkan kelaikan terbang yang tidak dipersoalkan, yang disetujui oleh seluruh otoritas terkait,” kata CEO SunExpress, Jens Bischof.

Momen penting komersial terakhir bagi Boeing 737 MAX terjadi pada Juni 2019 saat Boeing mengamankan ‘letter of intent‘ dari induk perusahaan British Airways, International Airlines Group (IAG), untuk membeli 200 unit pesawat jenis tersebut.

Baca ini juga ya!