Menkominfo Optimis Satelit HBS Beroperasi Komersial pada September 2023

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate optimis, jadwal peluncuran dan operasi komersial Hot Backup Satellite (HBS) berlangsung tepat waktu. Disampaikannya pula bahwa pandemi covid-19 dan situasi geopolitik tidak menghalangi proses transformasi digital Indonesia melalui pengadaan satelit.

“Boeing mengonfirmasi, satelit diluncurkan awal Mei 2023 dan commercial operation-nya September 2023,” ungkap Menkominfo di Amerika Serikat, Senin (25/7/2022) waktu setempat atau Selasa (26/7/2022) waktu Indonesia dalam siaran persnya.

Saat itu, Menkominfo
mengadakan pertemuan dengan Boeing, Space X, dan Hughes Network System (HNS). Dalam pertemuan yang berlangsung berurutan itu, Menkominfo hendak memastikan operasi komersial HBS, yang pembuatan dan peluncurannya melibatkan ketiga perusahaan itu, berlangsung sesuai jadwal.

Di kantor Boeing di El Segundo, Los Angeles, Menkominfo bertemu dengan President of Boeing Commercial Satellite International System, Ryan Reid dan sejumlah eksekutif Boeing. Berkesempatan pula melihat kemajuan pembuatan HBS di pabrik Boeing.

Ryan Reid mengatakan, perusahaannya menyediakan teknologi satelit termutakhir yang fleksibel dalam penyediaan data berkecepatan tinggi. “Teknologi ini memungkinkan satelit Boeing mencakup geografi dan populasi Indonesia,” ucapnya.

Di markas SpaceX di Hawthorne, California, Menkominfo bertemu dengan Vice President, Mission Management, Jessica Jensen, dan Vice President, Commercial Sales, Tom Ochinero. Berkesempatan pula meninjau pabrik pembuatan roket SpaceX. “SpaceX mengonfirmasi kesiapan peluncur Falcon 9 untuk mengorbitkan HBS sesuai jadwal, yakni awal Mei 2022 di Cape Canaveral, Florida,” kata Menkominfo.

Di HNS, Los Angeles, Menkominfo bertemu dengan Executive Vice President and General Manager, International Division HNS, Ramesh Ramaswamy. Pertemuan ini untuk memastikan bahwa HNS menyiapkan perangkat ground station-nya. “HNS menyiapkan dan akan menginstalasi 20.000 terminal bagi layanan publik untuk sekolah, puskesmas, kantor desa, pos perbatasan TNI, dan pos polisi, mulai tahun 2022. Pengerjaannya secara simultan agar sesuai dengan peluncuran dan operasi satelit,” ujar Menkominfo.

HBS merupakan satelit hasil kerja sama antara Kementerian Kominfo dan pihak swasta. Berkapasitas 160 giga bits per second, yang akan digunakan oleh pemerintah 80 giga bits per second, sementara 70 giga bits per second untuk swasta nasional dan 10 giga bits per second untuk negara-negara ASEAN. HBS didukung 18 stasiun bumi di 14 lokasi (gateway). Gateway utama ada di Cikarang, Jawa Barat.

Diakui bahwa pandemi covid-19 dan situasi geopolitik mempengaruhi proses produksi dan peluncuran HBS dengan roket Falcon 9. Untuk mengangkut satelit dan roket dari California ke Florida misalnya, tidak bisa menggunakan pesawat Antonov akibat perang Rusia-Ukraina. Namun Menkominfo optimis, kendala-kendala yang ada bisa diatasi.

“Satelit akan dibawa melalui jalan darat yang membutuhkan waktu 9-10 hari. Roket peluncur tidak masalah karena tersedia di Florida. HNS juga sudah memitigasi dengan mengamankan 20.000 ground segment sebagai terminal layanan sinyal wifi-satellite,” ucap Menkominfo.

Dalam pertemuan tersebut, Menkominfo didampingi Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Kemkominfo, Anang Latif; Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail; Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Usman Kansong; serta Dirut Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso. PSN adalah perusahaan swasta yang bekerja sama dengan Bakti Kemkominfo dalam pengadaan satelit.

Foto: Bakti Kemkominfo