Menhub Positif COVID-19, WHO Desak Indonesia Deklarasikan Darurat Nasional

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia agar meningkatkan mekanisme penanganan pandemi virus corona dengan mendeklarasikan wabah tersebut sebagai darurat nasional.

Dikutip dari Strait Times, permintaan WHO tersebut tertuang melalui surat yang ditujukan ke Presiden Republik Indonesia.

“Sayangnya, kami telah melihat peningkatan kasus, baik yang terdeteksi atau tidak. Itu membuat jumlah kasus dan kematian secara signifikan di beberapa negara,” tulis Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom-Ghebreyesus dalam surat tersebut.

Tedros juga meminta Indonesia fokus terhadap upaya deteksi kasus dan uji laboratorium. Dia menilai dua hal tersebut penting dalam penanganan virus corona (COVID-19) sedini mungkin.

Dikutip CNN Indonesia (Sabtu, 14/3/2020), Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman mengatakan bahwa presiden telah menghubungi Tedros pada Jum’at (13/3/2020) lalu. Menurut Fadjroel, presiden berkomitmen menindaklanjuti surat WHO, termasuk membentuk satuan tugas untuk menangani pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Istana Umumkan Menhub Budi Karya Positif Corona

Surati Menhub, Gubernur Kalbar Minta Penerbangan dari Malaysia Disetop

Di sisi lain, juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah memasukan pandemi virus mematikan tersebut sebagai bencana nasional. Namun, dia tidak menjawab jika status itu membuat pandemi layak masuk kategori darurat nasional.

“Kami sekarang menilai ini sebagai bencana nasional tidak alami,” katanya.

Sebagai informasi, pasien positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah menemukan 27 kasus baru pada Sabtu (14/3/2020) kemarin, setelah mengumumkan terjangkitnya 35 pasien sehari sebelumnya. Sehingga total pengidap COVID-19 di Indonesia berjumlah 96 dengan lima meninggal per Sabtu kemarin.

Sebelumnya, Sekretaris Negara, Pratikno mengumumkan bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terjangkit COVID-19 dan saat ini dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

“Atas izin keluarga yang disampaikan oleh Pak Kepala RSPAD adalah Pak Budi karya Sumadi,” kata Pratikno di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (14/3) malam.

Budi Karya menjadi pasien dengan kode nomor pasien 76 yang telah diumumkan tanpa nama sejak Jum’at (13/3/2020) kemarin, namun pengumuman resmi baru dilakukan Sabtu (14/3/2020) malam.

Pernyataan Praktikno dibenarkan pihak RSPAD Gatot Subroto yang menyebut telah merawat seorang menteri kabinet Joko Widodo. Budi Karya dirawat dengan nomor pasien 76.