Menhub: Mudik Lebaran 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Industri Penerbangan Nasional

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimis, industri penerbangan nasional akan segera bangkit. Masa mudik Lebaran tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan dari industri penerbangan nasional setelah sempat terpuruk akibat pandemi covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhub sebagai salah seorang pembicara dalam diskusi panel “Reviving Aviation, Rebuilding Connection” pada Changi Aviation Summit 2022 di Singapura, Selasa (17/5/2022).

Dijelaskannya bahwa mudik Lebaran 2022 menjadi tantangan; bagaimana melayani tingginya permintaan masyarakat untuk melakukan perjalanan di tengah menurunnya jumlah armada pesawat yang beroperasi. Jumlahnya saat ini hanya sekitar 350 pesawat, sementara sebelumnya ada 550 pesawat.

“Kami perlu berpikir out of the box untuk menghasilkan skenario terbaik mudik, yaitu perjalanan yang selamat dan meminimalkan ketidaknyamanan,” kata Menhub.

Menhub memaparkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat pada mudik Lebaran itu. Antara lain, mengoptimalkan operasional pesawat dari lima kali menjadi delapan kali take off-landing dalam sehari, memanfaatkan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan domestik pada rute-rute gemuk, meningkatkan jam operasional bandara dan pelayanan navigasi udara hingga 18-24 jam, serta memastikan aspek keselamatan terpenuhi dengan melakukan ramp check pesawat dan pemeriksaan kesehatan personel penerbangan.

Pemerintah, kata Menhub, juga memberikan sejumlah stimulus untuk mendukung industri penerbangan. Yakni, stimulus untuk fasilitas navigasi kalibrasi penerbangan di 44 bandara dan 100 fasilitas navigasi udara, memberikan subsidi berupa public service obligation (PSO) kepada 168 bandara, serta bantuan keuangan berupa penyertaan modal negara (PMN) melalui pinjaman dan hibah luar negeri, serta pemberian relaksasi pembayaran PNBP.

Berdasarkan data dari Traveler 2022, pergerakan penumpang angkutan udara pada masa mudik Lebaran 2022 tercatat 2,9 juta pergerakan atau 82% dari jumlah pemudik tahun 2019. “Ini juga menunjukkan optimalisasi utilitas armada pesawat telah efektif dilakukan untuk melayani lonjakan penumpang,” kata Menhub.

Tingginya permintaan penumpang itu diharapkan akan terus berlanjut dan menjadi titik balik kebangkitan industri penerbangan nasional. “Semoga cerita yang kami sampaikan dalam forum ini dapat bermanfaat bagi sejumlah negara dalam rangka membangkitkan kembali industri penerbangannya,” ujar Menhub.

Sebelumnya, Menhub memang mangatakan, industri penerbangan, baik nasional maupun global, akan segera bangkit. Namun waktu dan kecepatan pemulihan industri penerbangan di sejumlah negara akan berbeda-beda tergantung dari karakteristik wilayah geografis dan juga kebijakan masing-masing negara.

“Saya optimis industri penerbangan di Indonesia akan kembali bangkit dalam waktu dekat. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat membutuhkan konektivitas melalui angkutan udara,” ujarnya.

Sejumlah indikator kebangkitan industri penerbangan di Indonesia adalah karena 70 persen penumpang angkutan udara adalah penumpang domestik. Di samping itu, tingkat vaksinasi tinggi dan ada penurunan kasus covid-19, juga pelonggaran pembatasan perjalanan dan permintaan masyarakat yang mulai meningkat terhadap angkutan udara.

Pandemi covid-19 sangat berdampak pada industri penerbangan di Indonesia. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi pada 2019, jumlah penumpang pesawat mencapai 117 juta orang. Namun tahun 2020 menurun menjadi hanya 43 juta orang dan pada 2021 turun lagi menjadi 35 juta orang. Pada tahun 2022 diprediksi akan kembali meningkat menjadi 78 juta orang.

Foto: BKIP Kemenhub & Indoaviation