Masyarakat Antusias, BTS Teman Bus Operasi Kembali

Read Time:2 Minute

Program Buy The Service (BTS) Teman Bus beroperasi kembali setelah vakum beberapa waktu lalu. Operator-operatornya siap melayani masyarakat, yang antusias menggunakannya.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam keterangan pers secara virtual, Sabtu (15/1/2022). “Kami perlu jelaskan mengenai penghentian sementara operasional BTS di lima kota yang lelangnya pada akhir 2021. Penghentian sementara proyek BTS karena ada perubahan penyesuaian skema lelangnya,” ujarnya.

Budi menjelaskan, proyek BTS sudah dilakukan sejak 2020 di lima kota dan ada penambahan lima kota lagi pada 2021. “Jadi sudah 10 kota yang disediakan oleh Kementerian Perhubungan untuk pembenahan angkutan massal perkotaan,” ucapnya.

Dijelaskannya pula, “BTS di lima kota yang beroperasi awal tidak ada masalah karena skemanya sudah multi years contract. Namun yang tahun 2021 ada perubahan penyesuaian skema lelang, yang tadinya lelang umum menjadi lelang e-katalog. Untuk lelang e-katalog perlu ada yustifikasi penyesuaian beberapa persyaratan, sehingga kami hentikan sementara.”

Karena ada permintaan dari beberapa daerah yang sudah melakukan kontrak dengan beberapa vendor dan para pengemudi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) pun melakukan sejumlah penyesuaian. “Kami minta dipercepat dan syukur alhamdulillah kemarin sore sudah ada kemajuan terkait proses lelang itu dari anggaran Ditjen Hubdat yang sempat berhenti,” kata Budi.

Lima kota itu, yakni Makassar, Banjarbakula, Banyumas, Surabaya, dan Bandung, akhirnya dapat melakukan kegiatan mulai Ahad (16/1/2022). Para operator pemenang lelang mengoperasikan kembali rute-rute yang telah disepakati.

“Kami sudah menyiapkan anggarannya, bahkan kalau nanti ada kekurangan sampai satu tahun anggaran, akan dicarikan anggaran untuk memenuhi operasional BTS selama satu tahun. Kami memang awalnya butuh waktu untuk perubahan dari lelang umum menjadi lelang multi years contract,” ungkap Budi.

Tingkat keterisian penumpang BTS di beberapa kota dinilai cukup bagus. Bahkan di Banyumas dan Makassar sering mencapai 100% dan sering terjadi antrean penumpang yang antusias. Apalagi sampai saat ini layanan BTS Teman Bus masih gratis.

“Nantinya diharapkan sebagian besar masyarakat akan shifting dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum sehingga akan mereduksi kemacetan, kebisingan, efisiensi waktu, juga kerugian ekonomi,” ucap Budi.

Di sisi lain, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat, Suharto mengatakan, kehadiran BTS Teman Bus merupakan respons Pemerintah Pusat dalam mendorong transformasi angkutan perkotaan yang berkelanjutan. “Kami melakukan pendekatan kepada Pemda terkait komitmen Pemda, sekaligus sebagai stimulan terhadap Pemda yang nantinya akan mengambil alih tugas angkutan umum. Sesuai UU 22 Tahun 2009, baik peran Pemerintah Pusat maupun Pemda, terlebih terkait angkutan umum, adalah tanggung jawab Pemda,” paparnya.

Kehadiran BTS, menurut Suharto, selalu dinanti. Alasannya, bus BTS dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan sistem teknologi informasi (IT), sehingga memberikan rasa aman. “Kami juga mempertimbangkan bagi para penyandang disabilitas agar mudah untuk diakses,” katanya. Nanti, tarifnya yang terjangkau masyarakat.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno memaparkan, ada harapan bahwa kehadiran program BTS Teman Bus dapat membangkitkan gairah daerah-daerah untuk meningkatkan sektor transportasi.

“Kalau bicara push and pull strategy, maka pull-nya ada pada Pemerintah Pusat dengan memberikan subsidi operasional 100% bagi daerah. Push-nya ada di masing-masing daerah. Kalau kontraknya multi years, daerah sudah ada kepastian. Seperti di Solo, dilakukan contraflow bagi busnya,” jelas Djoko.

Djoko menyebut, ada beberapa tugas bagi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Di antaranya, menaikkan tarif parkir kendaraan dan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di naik kendaraan umum.

“Ini hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan Pemda, sehingga apa yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dapat benar-benar dinikmati masyarakat,” ungkapnya.

Foto: Ditjen Hubdat