Maskapai Asing Tumbuh 11%, Pergerakan Pesawat di Bali akan Ditingkatkan

Saat ini pertumbuhan penerbangan maskapai asing di Indonesia mencapai 11 persen. Destinasi yang paling diminati adalah Bali dan disusul Jakarta.

Terkait hal ini, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kapasitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan ditingkatkan untuk menangkap peluang tersebut.

“Badan usaha angkutan udara asing kenaikannya 11%. Permintaan untuk ke Jakarta dan ke Bali khususnya, itu sangat banyak sekali. Oleh karenanya, kami juga ingin mengelola konektivitas internasional ini agar bisa dinikmati oleh maskapai-maskapai luar negeri dan peluangnya besar sekali,” terang Budi di Jakarta, Rabu (25/9/2019) siang.

Menurut catatannya, maskapai asing yang tertarik meningkatkan konektivitas udara di Indonesia , khususnya Bali berasal dari Eropa hingga Rusia.

“Tercatat, maskapai dari Eropa, Rusia, Ceko dan beberapa negara (lainnya) ingin langsung terbang ke Bali. Sehingga Bali akan menjadi sebuah destinasi yang baik dan kami meningkatkan kapasitas Bali,” papar Budi.

Budi menjelaskan, sekarang ini kapasitas pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai di sekitar 34 penerbangan per satu jam. Dia berharap kapasitas itu bisa ditingkatkan hingga 45 penerbangan per jam.

“Kita akan tingkatkan sampai 40-45 (flight per jam),” cetusnya.

Namun dia menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas tersebut bukan semata-mata untuk mengakomodir maskapai asing, tapi juga untuk memberi kesempatan maskapai nasional yang ingin menambah slot penerbangan di bandara tersebut.

“Bukan saja penerbangan asing yang menikmati, tapi perwakilan ini (maskapai dalam negeri) juga silahkan melakukan (tambahan penerbangan ke Bali),” tandasnya.