Masih Raup Untung Walau AP II Kehilangan Penumpang 18,85 Persen

Walaupun masih perhitungan prognosis 2019, PT Angkasa Pura (AP) II mencatat keuntungan revenue (pendapatan) 1%. Angkanya lebih dari Rp9,5triliun. Padahal jumlah pergerakan penumpangnya turun 18,85% atau hampir 90,5 juta orang, sementara tahun 2018 jumlahnya 112.606.342 pergerakan penumpang. Pergerakan pesawat juga turun 14,4% hanya 732.559 pergerakan.

“Ini kondisi new normal bagi pengguna jasa transportasi dengan banyak pilihan moda saat ini,” kata Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur AP II menjawab menurunnya jumlah penumpang itu dalam acara media gathering di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Ahad (22/12/2019).

Dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol lintas Jawa dan Sumatera, juga prasarana kereta api, termasuk tol laut, pilihan moda transportasi bagi masyarakat kian beragam. “Ini yang dikatakan kondisi normal yang baru dalam bertransportasi masyarakat,” ujarnya.

Tentang keuntungan yang masih bisa diraihnya, Awaluddin menjelaskan, salah satunya karena meningkatnya jumlah penumpang internasional yang menggunakan low cost carrier (LCC). Setelah dipindahkan ke T2F, realisasi jumlah pergerakan penumpang sampai 13 Desember 2019 hampir 4,3juta orang, naik 5% dari sebelumnya 4 juta orang. Pergerakan pesawatnya bahkan naik 7,64% menjadi 31.364. Pendapatan non aeronautika juga naik 10% dengan prognosis hampir Rp3,9triliun.

Karena kondisi new normal itu pula, Awaluddin mengatakan, “Ekspansi bisnis perusahaan bukan lagi aeronautika dan non aeronautika, tapi fokus pada pengembangan portofolio bisnis core dan adjacent. Beberapa bandara di dunia sudah melakukannya. Contohnya di Bandara Changi, yang luar biasa.”

Pengembangan portofolio bisnis core dan adjacent itu disebutnya Great Win, salah satu dari tiga strategi dalam The Great 2020 untuk pencapaian tahun depan. Dua lainnya adalah Great Wow untuk meningkatkan customer experience dan Great Web untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Tahun depan diperkirakan akan ada pertumbuhan penumpang 4,5-5% dari tahun ini. Memang belum sampai jumlah tahun 2018. Mungkin tiga-empat tahun lagi bisa mencapai jumlah itu,” tutur Awaluddin, seraya menambahkan bahwa walaupun ada penurunan jumlah penumpang tapi pembangunan infrastruktur dan pengembangan bandara tidak dihentikan.

“Kami tidak mengerem investasi untuk pengembangan bandara karena berdasarkan pengalaman lalu, pertumbuhan nanti akan lebih cepat lagi. Soekarno Hatta saja dengan pergerakan penumpang 66 juta kapasitas terminalnya sekarang masih 43juta. Maka revitalisasi T1 dan T2 tetap jalan, pembangunan T4 juga sudah masuk tahap desain,” tutur Awaluddin.

Saat ini AP II mengelola 16 bandara dan mulai akhir Januari 2020 akan bertambah tiga bandara lagi. “Di tiga bandara ini sekarang pergerakan penumpangnya sekitar 5 juta orang. Kami berharap dengan pengelolaan AP II, penumpang akan bertambah dengan adanya penambahan rute dan frekuensi penerbangan,” ucapnya.