Sat. Nov 16th, 2019

Mari Berpakaian Tradisional Se-Nusantara Setiap Kamis

Gerakan Cinta Indonesia kembali digiatkan komunitas sosial budaya Kridha Dhari Indonesia (KDI) lewat “Kamis Nusantara”. Setelah “Selasa Berkebaya” yang mendapat respons positif, gerakan tersebut menjadi jawaban atas antusiasme masyarakat terhadap program-program pelestarian wastra dan busana tradisional.

“Kesuksesan gerakan ‘Selasa Berkebaya’ membuat kami tergerak untuk menggagas gerakan ‘Kamis Nusantara’ yang akan memungkinkan kaum pria turut serta mengangkat dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia,” kata Prescilla Estevina, Ketua Umum KDI, pada peluncuran “Kamis Nusantara” di Airport Digital Lounge Terminal 3 (T3) Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng, Kamis (10/10/2019).

Di T3 itu, lebih dari 100 peserta dari berbagai profesi dan komunitas memakai pakaian tradisional. Bukan berpakaian adat atau tradisional lengkap, tapi mereka memakainya dengan gaya sederhana, bahkan kontemporer. Ada yang bersepatu kets, turban gaya kekinian, juga paduan gaya pakaian beberapa daerah.

“Yang kami pakai ini pakaian untuk keseharian, bukan pakaian adat yang dipakai pada acara-acara adat tertentu, seperti pernikahan, pemakaman, dan acara adat lainnya,” jelas Prescilla.

Dijelaskan pula, gerakan ini juga ingin mengenalkan item-item tradisional, seperti ulos, kain songket, dan aksesori, dalam pakaian yang dikenakan mereka. Maka ia pun menyebut, selain untuk terus menjaga persatuan bangsa, gerakan ini juga agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pada acara yang didukung PT Railink dan PT Angkasa Pura II itu, di T3 para paserta menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional. Sebelumnya, mereka berkumpul di Stasiun Sudirman Baru (BNI City) Jakarta, kemudian naik kereta (KA) Bandara ke Soekarno Hatta. Di kereta, selama 45 menit waktu tempuhnya, digelar pula peragaan busana tradisional.

Vice President Commercial Railink, Fitri Kusumo Wardhani menyampaikan dukungannya pada gerakan yang dapat menumbuhkan rasa cinta Nusantara itu. “Kami menyambut baik gerakan ini dan dengan terbuka mempersilakan untuk menggunakan fasilitas yang kami punya,” ucapnya. Dukungan Railink juga diberikan dalam bentuk tiket gratis KA Bandara pp bagi peserta gerakan “Kamis Nusantara”.

Prescilla mengatakan, rasa cinta dan kepedulian untuk terus melestarikan wastra dan busana tradisional telah ada. Pemerintah Daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, serta beberapa institusi pemerintahan telah melakukan upaya tersebut. “Seluruh ASN di kantor Pemda tersebut sudah memakai pakaian daerah pada hari-hari tertentu,” ujarnya.

Lewat KDI, ia ingin menyebarkan kecintaan dengan memakai busana daerah ke lingkup masyarakat yang lebih luas. “Targetnya di seluruh Indonesia, bahkan di berbagai negara yang ada diaspora Indonesia,” ungkap Prescilla.

Baca ini juga ya!