Manfaatkan Kapal Khusus Ternak untuk Angkut Sapi, Animal Welfare Terpenuhi

Read Time:2 Minute

Menanggapi viralnya video kapal yang mengangkut sapi dengan tidak memperhatikan kesejahteraan hewan (animal walfare) di media sosial, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementßerian Perhubungan mengingatkan bahwa kapal ternak resmi sudah beroperasi sejak tahun 2015.

“Selama hampir tujuh tahun beroperasi, kapal ternak menunjukan hasil yang cukup baik. Penyelenggaraan angkutan khusus ternak juga meningkat setiap tahun, mulai dari armadanya, trayeknya, jumlah ternak yang diangkutnya, hingga penambahan pelabuhan bongkar-muatnya,” kata Arif Toha, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Laut dalam siaran pers, Kamis (16/6/2022).

Menurut Arif, dengan menggunakan kapal ternak, perlakuan pada hewan, yakni sapi dan kerbau, memperhatikan kaidah-kaidah animal welfare. Beroperasinya kapal ternak memang untuk menjamin kelancaran distribusi hewan ternak menggunakan moda transportasi laut. Di sisi lain, mendorong terwujudnya swasembada pangan, dalam hal ini daging sapi dan kerbau.

Ada enam kapal ternak yang dilayani oleh KM Camara Nusantara (1, 2, 3, 4, 5, 6) dengan spesifikasi panjang keseluruhan kapal (LOA) ±69,78m, lebar ±13,6m, dan kapasitas ruang muat yang mencapai 150ton. Kapal dapat mengangkut ternak dengan kapasitas 550 ekor sapi.
“Ongkosnya juga murah karena ada subsidi,” jelasnya.

Arif manyampaikan, awalnya pada tahun 2015, cuma ada satu trayek untuk kapal ternak dengan empat pelabuhan muat dan empat pelabuhan bongkar. Realisasi muatannya 353 ekor. Tahun 2016, realisasi muatan ternak meningkat signifikan menjadi 8.403 ekor, tapi sedikit menurun pada tahun 2017 hanya 7.990 ekor.

“Tahun 2018, trayek kapal ternak bertambah menjadi enam trayek dengan 10 pelabuhan muat dan tujuh pelabuhan bongkar. Realisasi muatan pun meningkat tajam menjadi 34.134 ekor. Tahun 2019, realisasi muatan meningkat menjadi 42.726 ekor dan tahun 2020 sebanyak 42.984 ekor,” jelas Arif.

Trayek kapal ternak saat ini adalah Kupang – Waingapu – Tanjung Priok – Kupang dengan KM Camara Nusantara 1/RT-1, Kupang – Wini – Atapupu-Tanjung
Priok/Banjarmasin/Samarinda – Kupang dengan KM Camara Nusantara 3/RT-2, Kupang/Bima – Tanjung Priok – Kupang/Bima dengan KM Camara Nusantara 2/RT-3, Kupang – Wini – Atapupu –
Samarinda/Balikpapan – Kupang dengan KM Camara Nusantara 4/RT-4, Kupang – Banjarmasin – Bima – Banjarmasin – Kupang dengan KM Camara Nusantara 6/RT-5, Kwandang – Tarakan –
Balikpapan/Samarinda – Palu – Balikpapan/Samarinda – Kwandang dengan KM Camara Nusantara 5/RT-6.

“Fasilitas kapal khusus ternak sudah difasilitasi aspek animal welfare, yang memengaruhi susut bobot ternak dengan lebih rendah. Konon, dengan kenyamanan angkutannya, ternak lebih nyaman dan akan meningkatkan kualitas daging,” ungkap Arif.

Berat susut ternak dengan adanya kapal ternak hanya sekitar 5%, sedangkan kalau diangkut kapal non ternak atau kapal kargo biasa susutnya 10-20%. “Jadwal trayek kapal ternak juga teratur, sehingga distribusi ternak dari wilayah sentra ternak untuk kebutuhan pasokan daging sapi di wilayah konsumsi menjadi lebih lancar. Juga membantu menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat peternak di wilayah sentra,” ucap Arif.

Foto: Ditjen Hubla