Wed. Sep 18th, 2019

Manfaatkan Energi Baru Terbarukan untuk Pertahanan Negara

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna memberikan paparan di acara Seminar Nasional yang digelar perwira siswa (Pasis) ke-105 Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau), Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/4/2019). Sumber gambar: Dispenau.

Untuk mengantisipasi krisis energi, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia melakukan inovasi baru dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Terlebih, energi jenis ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertahanan negara.

Menurutnya, EBT merupakan energi yang berasal dari sumber yang tidak akan habis digunakan secara terus-menerus. Sumber energi ini berasal dari elemen-elemen alam dalam jumlah yang sangat besar.

“Energi baru terbarukan pada umumnya harus dapat diekploitasi guna memenuhi kebutuhan energi bagi kehidupan masyarakat Indonesia, serta mendukung kebutuhan energi industri nasional, sehingga dapat mendukung pertahanan negara di era kemajuan teknologi cyber dan internet,” kata Yuyu saat membuka Seminar Nasional yang digelar perwira siswa (Pasis) ke-105 Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau), Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Dijelaskannya, di berbagai belahan dunia, EBT sudah banyak digunakan untuk kebutuhan militer. Di antaranya bio-fuel dan off-grid power di wilayah perbatasan, serta deployable power system yang dapat dipindahkan ke pangkalan aju militer.

Yuyu mengatakan, diperlukan inovasi baru yang menjadi terobosan dalam pengembangan potensi energi baru terbarukan disekitar wilayah.

Yuyu berharap diskusi tentang EBT dalam seminar ini diperdalam lagi agar dapat berkembang dan menghasilkan suatu strategi terhadap kebijakan pemanfaatan sumber EBT untuk memenuhi kebutuhan sumber energi bagi pembangunan komponen pertahanan negara.

Baca ini juga ya!