Luhut Dukung Upaya Menteri BUMN Tertibkan Garuda Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ia mendukung upaya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dalam upayanya melakukan penertiban Garuda Indonesia.

“Pernyataan Menteri BUMN sudah sangat tepat. Saya mendukung upayanya menertibkan aparat yang penyalahgunakan jabatannya dan melanggar sumpah jabatannya,” kata Luhut dalam pernyataan resminya, Kamis (5/11/2019) malam.

“Tentu kita mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Menurut informasi yang saya terima, kita masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Bea Cukai terhadap komponen sepeda motor dan sepeda mewah yang dibawa melalui pesawat Airbus tersebut. Tetapi, jika ini benar dan dibiarkan saja, hal ini bisa mencederai upaya kita yang sedang mempromosikan iklim investasi yang baik dan transparan di Indonesia,” ujar Luhut.

Sebelumnya, Erick mengatakan bahwa Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri dari pada dicopot dari jabatannya.

“Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga,” cetusnya Kamis sore.

Kasus ini bermula ketika ferry flight pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900neo beregistrasi pesawat PK-GHE dengan nomor penerbangan GA 9721 rute Toulouse–Jakarta diduga membawa kargo yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku atau ilegal.

Dalam pernyataan resminya (3/12/2019), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyebutkan bahwa pesawat itu memuat onderdil atau suku cadang motor gede (moge) Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda lipat Brompton.

Barang-barang tersebut terpisah dalam 18 kotak. 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

Berdasarkan data manifestasi penerbangan tersebut, jumlah penumpang pesawat saat mendarat sebanyak 32 orang. Penumpang tersebut terdiri dari 10 orang kru pesawat dan 22 penumpang.