Lima 737NG Dikandangkan, Kemenhub Tunggu Rekomendasi Boeing

Boeing 737-800 Garuda Indonesia.

Direktur Jenderal Puerhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Boeing sebagai pabrikan untuk melakukan tindak lanjut terhadap lima unit pesawat 737NG di Indonesia yang dikandangkan karena mengalami keretakan.

“Saat ini lima pesawat tersebut grounded dan kita menunggu rekomendasi dari Boeing apa yang harus dilakukan,” tutur Polana di Tangerang, Jum’at (1/11/2019).

Dia menjelaskan, lima pesawat tersebut terdiri dari satu unit milik maskapai Garuda Indonesia, dua milik Sriwijaya Air dan dua lainnya milik Lion Air.

“Dari 213 pesawat 737NG yang ada, awalnya ditemukan tiga unit, satu Garuda Indonesia dan dua Sriwijaya Air untuk cycle flight yang di atas 30.000. Lalu beberapa hari kemudian dilaporkan oleh Lion Air bahwa ada dua pesawat yang ditemukan retak tapi cycle flight-nya di bawah 22.000.”

Pada kesempatan yang sama Direktur Pelaksana Grup Lion Air, Daniel Putut Kuncoro Adi menerangkan bahwa pihaknya baru kemudian melaporkan bahwa pesawatnya juga ada yang mengalami keretakan setelah melakukan prosedur inspeksi. Tidak ada retakan pada pesawat dengan siklus terbang 30.000 jam, melainkan 22.000 jam.

“Kan ada prosedur inspeksi, fase-fasenya, mulai dari 400 jam, 1.000 jam, 3.000 jam, dan seterusnya. Nah pada saat fase inspeksi itu ternyata ada yang kita temukan di bawah 22.000 ada dua pesawat. Nah ini kita laporkan,” papar Daniel.