Lebih dari 40 WNI Penerbangan Repatriasi Terdeteksi Reaktif COVID-19

Melalui siaran persnya (Ahad, 10/5/2020), Angkasa Pura II (AP 2) menyebutkan bahwa pada periode April – Mei 2020 telah terdeteksi lebih dari 40 penumpang penerbangan repatriasi WNI yang memiliki hasil rapid test reaktif terhadap COVID-19.

Para WNI tersebut kemudian mendapat penanganan lebih lanjut di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan, di antaranya RS Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta.

Perseroan juga menyebutkan bahwa jumlah penerbangan repatriasi WNI di Bandara Internasional Soekano-Hatta, Cengkareng, Tangerang mengalami peningkatan. Berdasarkan data mereka, tercatat sekitar 1.000 WNI tiba di Terminal 3 pada Ahad (10/5/2020) kemarin. Sementara pada 7 Mei 2020, WNI yang tiba dengan penerbangan repatriasi sekitar 600 orang.

Jumlah penumpang tersebut meningkat dibandingkan dengan rata-rata 1-2 pekan sebelumnya, yakni sekitar 300 – 400 WNI per hari yang tiba dengan penerbangan repatriasi.

Total WNI yang tiba di bandara tersebut hingga kini telah mencapai lebih dari 25.000 orang, yang lebih dari 15.000 orang di antaranya adalah pekerja migran.

Baca Juga:

11 Penumpang Penerbangan Repatriasi di Soekarno-Hatta Terdeteksi Reaktif COVID-19

Penerbangan Repatriasi WNI di Bandara Soekarno-Hatta Melonjak

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga mengatakan, hingga 31 Mei 2020 diperkirakan akan ada tambahan berkisar 7.500 – 10.000 WNI yang tiba dengan penerbangan repatriasi.

Sejalan dengan semakin meningkatnya penerbangan repatriasi WNI, Febri mengatakan stakeholder di Soekarno-Hatta melakukan peningkatan di berbagai aspek guna mendukung Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) agar tetap dapat menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala KKP Soekarno-Hatta, Anas Ma’ruf menyebutkan, pihaknya akan menambah jumlah personel agar optimal dalam menjalankan protokol kesehatan terhadap penumpang yang baru tiba.

“Mulai Senin, 11 Mei 2020, jumlah personel KKP yang bertugas di Soekarno-Hatta, baik itu di Terminal 2, Terminal 3 dan di UGD Kantor Induk berjumlah total 48 orang per shift. Pada Jum’at, 15 Mei 2020, akan kembali ditambah 12 orang per shift, sehingga total 60 orang dalam satu shift,” ujar Anas.

Anas Ma’ruf menuturkan, personel sebanyak 15 personel Medical Service Assistance (MSA) AP 2 juga diperbantukan mendukung KKP di Soekarno-Hatta.