Mon. Jul 13th, 2020

Layanan Transit Penerbangan di Bandara Hong Kong Kembali Dibuka

Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) mengerahkan robot berteknologi canggih, Intelligent Sterilization Robot (ISR) untuk mensterilkan kuman dan virus. Sumber gambar: Hong Kong Tourism Board.

                                   

Layanan transit penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong direncanakan akan kembali dibuka pekan depan. Keputusan itu diambil seiring dibukanya kembali pusat bisnis di negara itu pascameredanya pandemi virus Corona (Covid-19).

Dikutip dari AFP, Selasa (26/5/2020), salah satu bandara tersibuk di dunia itu aktivitas penerbangan lumpuh akibat dihantam pandemi virus mematikan tersebut.

“Layanan transit di bandara yang ditangguhkan sejak 25 Maret, sebagian akan dilanjutkan pada 1 Juni,” kata Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, kepada awak media.

Akan tetapi, semua orang yang tiba di bandara tidak diizinkan masuk ke kota sebelum dilakukan tes Covid-19 dengan hasil negatif. Bagi yang dinyatakan positif akan segera dilakukan dikarantina.

Baca Juga:

Mulai Hari Ini Lion Air Group Setop Operasional Penerbangan, Ada Apa?

Penumpang Pesawat Tertular Covid-19 Tanggung Jawab Maskapai dan Operator Bandara

Rincian lebih lanjut tentang pelonggaran pembatasan transit ini diumumkan oleh pejabat kesehatan setempat dalam konferensi pers pada Selasa sore kemarin.

Hong Kong menjadi negara pertama yang melaporkan penularan Covid-19 ketika virus itu merebak di Cina.

Namun negara itu menunjukkan kemajuan yang mengesankan dalam penanganan Covid-19, dengan sedikitnya 1.000 infeksi dan 4 kematian. Selama 11 hari berturut-turut, tidak ada penambahan kasus baru orang yang terjangkit virus itu di Hong Kong.

Bandara Hong Kong menduduki peringkat keempat untuk hub kargo udara terbesar dan pusat penumpang internasional terbesar pada tahun 2019 oleh Airports Council International.

Bandara negara itu telah menangani 4,8 juta metrik ton kargo dan lebih dari 71 juta penumpang internasional. Tahun lalu, angka kedatangan di bandara menurun akibat aksi protes antipemerintah yang mengguncang kota selama berbulan-bulan.