Sat. Jul 11th, 2020

Lanud Adisutjipto: Terbangkan Balon Udara Secara Liar Bahayakan Penerbangan

Festival atraksi balon udara di Lapangan Pagerejo Kertek, Wonosobo, 15 Juni 2019. Sumber gambar: IndoAviation/Ery.

                                   

Pihak Lanud Adisutjipto di Yogyakarta menyayangkan masyarakat di sejumlah wilayah yang masih melakukan tradisi menerbangkan balon udara secara liar. Hal tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dilaporkan bahwa pada Ahad (24/05/2020) kemarin terpantau ada dua balon udara berukuran besar terbang melintasi Yogyakarta dan mendarat di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Terkait hal itu, Lanud Adisutjipto mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara secara liar.

“Minggu siang tanggal 24 Mei 2020 kemarin, masyarakat dikagetkan dengan beberapa balon udara yang jatuh di wilayah Kabupaten Gunungkidul,” kata Kapentak Lanud Adisutjipto, Mayor Sus Ambar Rejiyati dalam keterangan tertulis, Senin (25/05/2020).

Ambar menyebutkan, balon-balon udara tersebut berukuran cukup besar. Diameternya mencapai 5 meter.

“Satu balon ditemukan di Kecamatan Saptosari dan yang lain ditemukan jatuh di wilayah kecamatan Girisubo,” urainya.

Menurut keterangan masyarakat di Kecamatan Ponjong, balon udara tersebut terlihat berada di langit dengan perkiraan ketinggian mencapai 500 meter.

“Sampai dengan saat ini belum diketahui dari mana asal balon udara tersebut,” akunya.

Ambar menegaskan, terkait kejadian penerbangan liar balon udara tersebut, Lanud Adisutjipto akan terus melakukan pemantuan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai informasi, aturan menerbangkan balon udara termaktub dalam UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PPKS 101) tentang larangan menerbangkan Balon Udara di MCA atau Millitary Controlled Airspace di Yogyakarta.

“Menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan serta larangan penerbangan balon udara yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan,” tandasnya.